SERING DIBACA

Coba kita lihat fenomena yang terjadi pada remaja Indonesia yang menghabiskan waktunya hanya untuk nongkrong di mall, di cafe, nonton, foya-foya, clubbing, karaoke, dugem. Prestasi belajar kian hari, kian menurun, angka kejahatan semakin meningkat. Sebut saja mulai dari merebaknya narkoba, seks bebas, saling bunuh antar teman, bunuh diri hanya karena persoalan cinta monyet, hamil di luar nikah, dan masih banyak lagi kemerosotan moral yang lagi marak akhir- akhir ini.

Coba bayangkan semua hanya diam melihat kondisi remaja seperti ini. Jika hanya diam, tanpa mengkampanyekan dan mengupayakan kebaikan, 10 tahun mendatang, tidak terbayang bagaimana kondisi masyarakatnya.

Bukankah kata Rasulullah, gambaran masyarakat itu ibarat orang naik kapal. Ada yang berada di dek bawah dan ada pula yang berada di dek atas. Orang yang berada di dek bawah harus naik dulu bila mau minum. Karena malas naik turun akhirnya mereka berinisiatif untuk melubangi kapal saja supaya mudah untuk dapat air. Apabila orang yang berada di dek atas tidak peduli untuk menasehati maka alhasil kapal itu sudah pasti tenggelam dalam waktu dekat.

Hal itu persis ketika tidak ada yang peduli dengan kemaksiatan yang marak terjadi di masyarakat tanpa mau menasehati atau berdakwah kepada mereka, kondisi moral bisa dipastikan terus memburuk. Jika hal ini terjadi, imbas keburukan itu pasti juga mengenai orang lain meskipun tidak turuk melakukan keburukan itu.

Hal pertama yang harus dilakukan sebagai seorang pendakwah atau penyampai kebaikan adalah membenahi diri terlebih dulu. Penyampai kebaikan tanpa mempunyai akhlak baik Karena tidak mungkin kita berdakwah tetapi kondisi akhlaq kita masih belum baik. Kemudian kuatkan tekad kita untuk menjadi sesorang yang lebih baik.

Muslim dan muslimah adalah sasaran prioritas dakwah daripada yang orang-orang di luar Islam. Bukan berarti menganak tirikan mereka yang di luar Islam, hanya memang menguatkan internal lebih utama. Ada sebuah syair yang mengatakan, “Islam, mahjuubun bil muslimin (Keindahan Islam tertutup oleh orang Islam sendiri).” Hal ini tentu saja karena umat Islam tidak paham keislamannya, tidak mengetahui keindahan agamanya. Suatu saat orang-orangdi luar Islam akan terperangah dengan akhlak orang Muslim.

Tidak seperti kondisi umat Islam saat ini. Berapa banyak mereka yang mencemooh Islam bahkan saudara mereka sendiri, saling mencurigai bahkan yang lebih memalukan adalah mereka yang mengaku Islam phobia (takut) dengan agama mereka sendiri. Umat Islam bahkan malu menunjukkan identitas keIslaman mereka. Itu semua dikarenakan dakwah Islam yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dan keegoan kita untuk trus diam dan membiarkan kemungkaran ini terus terjadi.

Muslimah Harus Bisa Ambil Peran


Sebagai seorang Muslimah, janganlah kita menjadi orang yang pasif. Sebagai seorang Muslimah kita gak cuma cukup pandai berdandan, berprestasi, dan berkarier namun harus diperhitungkan karena kiprahnya, peran nyata dengan modal kecerdasan, keimanan, dan akhlaknya.

Begitu juga dalam dakwah. Jangan mau menjadi objek saja, tetapi kita harus menjadi subyek yang bisa merubah zaman. Coba kita renungkan, dengan populasi penduduk dunia yang diyakini mayoritas adalah wanita dan bayangkan apabila dari mayoritas wanita itu menyadari akan ketekadan kuat untuk merevolusi kebaikan dengan dakwah, sudah bisa dipastikan kehidupan Islam yang kita cita-citakan bersama akan mudah terwujud.

Dengan populasi yang besar itu, apa jadinya jika muslimah tidak ikut ambil peran dalam dakwah. Ada banyak bahasa yang lebih mungkin bisa diterima antara muslimah satu dengan lainnya.

Tertarik untuk mendakwahkan sunnah nabi? Benahi diri kita mulai sekarang! Samapaikan mulai dari orang yang terdekat dengan kita! Hidup damai dalam masyarakat Islami!

sumber: Majalah Donatur Yayasan Dana Sosial Al Falah Malang Edisi Juni 2017
LINK ARTIKEL KAOS DISTRO
Artikel Yang terkait tentang Kaos Distro :
1.       Kaos Distro Ghirah


 Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Lalu dikatakan, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para imam kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin.”

Memang benar, sebuah nasihat akan banyak membawa manfaat apabila nasihat tersebut bersumber dari ilmu yang terambil dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Namun, sebuah nasihat yang tidak berlandaskan ilmu, justru akan membawa malapetaka dan kehancuran, karena pada hakikatnya hal itu bukanlah nasihat, melainkan bisikan-bisikan dan was-was setan. Masalahnya, apakah sebuah nasihat hanya boleh dilakukan oleh kaum laki-laki saja dan tidak mungkin dilakukan oleh kaum wanita?

Kisah berikut ini menunjukkan, bahwa kaum Hawa pun dapat memberikan andil dalam memberikan nasihat dan amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan kemampuan mereka. Semoga bermanfaat. Allahul-Muwaffiq.

Alkisah

Imam Malik rahimahullah meriwayatkan sebuah kisah dalam kitab al-Muwaththa’, dari Yahya bin Sa’id dari al-Qasim bin Muhammad, bahwa dia berkata, “Salah satu istriku meninggal dunia, lalu Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi mendatangiku untuk bertakziah atas (kematian) istriku, lalu beliau mengatakan,

‘Sesungguhnya, dahulu di zaman Bani Israil ada seorang laki-laki yang faqih, ‘alim, abid, dan mujtahid. Dia memiliki seorang istri yang sangat ia kagumi dan cintai. Lalu meninggallah sang istri tersebut, sehingga membuat hatinya sangat sedih. Dia merasa sangat berat hati menerima kenyataan tersebut, sampai-sampai ia mengunci pintu, mengurung diri di dalam rumah, dan memutus segala hubungan dengan manusia, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat bertemu dengannya.

Lalu ada seorang wanita cerdik yang mendengar berita tersebut, maka dia pun datang ke rumah Sang Alim seraya mengatakan kepada manusia, “Sungguh, saya sangat memerlukan fatwa darinya dan saya tidak ingin mengutarakan permasalahan saya, melainkan harus bertemu langsung dengannya.” Akan tetapi, semua manusia tidak ada yang menghiraukannya. Walau demikian, ia tetap berdiri di depan pintu menunggu keluarnya Sang Alim. Dia berujar, ‘Sungguh, saya sangat ingin mendengarkan fatwanya. Lalu, salah seorang menyeru, ‘(Wahai Sang Alim) sungguh di sini ada seorang wanita yang sangat menginginkan fatwamu.’ Dan wanita itu menambahkan, ‘Dan aku tidak ingin mengutarakannya melainkan harus bertemu langsung dengannya tanpa ada perantara.’ Akan tetapi, manusia pun tetap tidak menghiraukannya. Meski demikian, dia tetap berdiri di depan pintu dan tidak mau beranjak.

Akhirnya, Sang Alim menjawab, ‘Izinkanlah dia masuk.’ Lalu, wanita itu pun masuk dan mengatakan, “Sungguh, aku datang kepadamu karena suatu pemasalahan.’ Sang Alim menjawab, “Apakah pemasalahanmu?’ Wanita memaparkan, “Sungguh, aku telah meminjam perhiasan kepada salah satu tetanggaku dan aku selalu memakainya sampai beberapa waktu lamanya, lalu suatu ketika mereka mengutus seseorang kepadaku untuk mengambil kembali barang itu kepadanya?’ Maka, Sang Alim menjawab, ‘Iya, demi Allah, engkau harus memberikan kepada mereka.’ Lalu sang wanita menyangkal, ‘Tetapi, aku telah memakainya sejak lama sekali.’ Sang Alim menjawab, ‘Tetapi mereka lebih berhak untuk mengambil kembali barang yang telah dipinjamkan kepadamu sekalipun telah sejak lama.’ Lalu, wanita itu mengatakan, ‘Wahai Sang Alim, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatimu. Mengapakah engkau juga merasa berat hati untuk mengembalikan sesuatu yang telah dititipkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadamu, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin mengambil kembali titipan-Nya, sedang Dia lebih berhak untuk mengambilnya darimu?’ Maka, dengan ucapan itu tersadarlah Sang Alim atas peristiwa yang sedang menimpanya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan perkataan si wanita tersebut dapat bermanfaat dan menggugah hatinya.

Kisah di atas diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ dalam kitab al-Jana’iz Bab Jami’ul-Hasabah fil-Mushibah (163).

Syaikh Syu’aib al-Arna’uth dalam tahqiq beliau terhadap kitab Jami’ul-Ushul (6/339) berkata, “Kisah di atas sampai kepada Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi dengan sanad shahih.”

Ibrah



Musibah adalah ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagai pengukur keimanan hamba. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَا أَخْبَارِكُمْ

“Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (Qs. Muhammad: 31).

Kesabaran sangat dibutuhkan tatkala kita dilanda musibah. Kewajiban setiap muslim ketika mendapat musibah ialah mengharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pahala dan ganti yang lebih baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita membaca doa tatkala tertimpa suatu musibah. Beliau mengatakan,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُوْلُ مَا أَمَرَهُ اللهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِصِيْبَتِي وَأَخْلِفُ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa suatu musibah lalu membaca sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah (yaitu), ‘Sesungguhnya kami milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada-Nya jualah kita akan dikembalikan. Ya Allah, berilah pahala pada musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik darinya’ melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya ganti yang lebih baik daripada yang sebelumnya.’” (HR. Musim, 4/475, at-Tirmidzi, 11/417, Ahmad, 33/82).

Dengan demikian, sungguh sangatlah indah perkara yang terjadi pada diri seorang muslim. Karena semua perkara yang menimpanya –berupa kenikmatan maupun kesulitan, kelapangan maupun musibah— semuanya adalah baik baginya, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sifatkan dalam sabdanya,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ لِلْمُؤْمِنِ إِنَّ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh mengherankan perkara (urusan) orang muslim, semua perkara (urusan)nya baik dan hal itu tidaklah terjadi kecuali pada diri seorang muslim. Apabila diberi kenikmatan ia bersyukur maka hal itu baik baginya. Dan apabila ditimpa kesulitan ia bersabar maka hal itu pun baik baginya.” (HR. Muslim. 14/280).

Beratnya cobaan sering menjadikan manusia lupa dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita semua adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kepada-Nya pulalah kita akan dikembalikan. Namun, kebanyakan manusia tidak menyadari hal ini, sehingga mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh syariat. Mereka berlarut-larut dalam kesedihan, sehingga melalaikan dirinya sendiri. Bahkan, terkadang mereka berteriak-teriak histeris, memukul-mukul wajah, merobek-robek baju, dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang dilarang oleh syariat, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan termasuk golongan kami seorang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju, dan menyeru dengan seruan-seruan jahiliah.” (HR. Bukhari, 5/41, at-Tirmidzi, 4/119, an-Nasa’i, 6/408).

Bersedih adalah suatu kewajaran terutama karena ditinggal oleh orang-orenga yang sangat dicintai. Akan tetapi, janganlah kesedihan tersebut melampaui batas dari yang dibolehkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعَ وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ وَلاَ نَقُولُ إِلاَّ مَا يُرْضِي رَبَّنَا

“Mata boleh menangis, hati boleh bersedih, tetapi kita tidak berkata-kata kecuali hanya (dengan perkataan) yang diridhai oleh Rabb (Tuhan –ed.) kita.” (HR. al-Bukhari: 5/57).

Memang, setang sangatlah lihai dalam mencari celah untuk menjerumuskan anak Adam. Dari sinilah pentingnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. adz-Dzariyat: 55).

Hanya saja, cara kita memberikan nasihat harus benar-benar diperhatikan. Cara menasihati seorang waliyul-amri (penguasa) berbeda dengan cara menasihati rakyat. Menasihati orang tua berbeda dengan cara menasihati anak kita sendiri. Demikian pula, cara menasihati seorang yang alim yang memiliki pengaruh dan ucapan yang didengar oleh masyarakat hendaklah berbeda dengan cara kita menasihati seorang yang awam. Hendaklah menasihati dengan cara yang lembut, dengan kata-kata yang halus, dan tidak dilakukan di depan khalayak ramai, sebagaimana yang telah dilakukan wanita tersebut. Mudah-mudahan dengan itu mereka akan tersadar dan kembali pada jalan yang benar. Karena, seorang alim bukanlah orang yang ma’shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka pun manusia biasa yang banyak melakukan kesalahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاؤٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat darinya.” (HR. at-Tirmidzi, 9/59, Ibnu Majah, 12/302, Ahmad, 26/123).

Mutiara Kisah



Beberapa pejalaran penting yang dapat kita rangkum dari kisah di atas adalah:

1.      Terkadang seorang ahlul ilmi dapat lupa dan lalai dari ilmu yang selama ini ia ajarkan. Sebagaimana kisah Sang Alim yang faqih di atas, dia telah lupa terhadap apa yang selama ini selalu dia ajarkan tentang wajibnya seorang untuk tetap bersabar di kala terkena musibah.

2.      Kewajiban bagi para ahlu ra’yi dan yang siapa saja yang memiliki pemahaman, hendaklah mengingatkan saudaranya yang lain dari hal-hal yang terkadang terlalaikan darinya. Dan hal ini tidak terbatas hanya dilakukan oleh kaum laki-laki saja, melainkan kaum wanita pula apabila memang memiliki kemampuan dalam hal tersebut. Tentunya hal itu dilakukan apabila aman dari fitnah dan tidak melanggar larangan dan keharaman Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti yang telah dilakukan oleh wanita dalam kisah di atas yang dapat menyadarkan kembali seorang alim yang tengah lalai dari peristiwa besar yang menimpanya.

3.      Ilmu dan pemahaman adalah titik temu yang menjadi persamaan antara laki-laki dan wanita, karena ilmu bukanlah hak yang dimonopoli oleh kaum laki-laki saja. Kaum wanita pun berhak mengenyam ilmu dan pemahaman. Bahkan, kejadian-kejadian yang terjadi pada diri seorang wanita menuntut mereka untuk lebih mengilmui hukum-hukum syariat. Thaharoh (bersuci), mendidik anak, dan lain-lain adalah permasalahan yang sangat membutuhkan ilmu dan pemahaman yang benar.

4.      Pentingnya membuat suatu permisalan dalam menjelaskan suatu permasalahan, karena sebuah contoh dapat menggambarkan suatu masalah dengan lebih jelas. Dan ini pulalah metode al-Qur’an dalam menjelaskan sebuah permasalahan. Perhatikanlah ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjelaskan tentang kalimat tauhid dan kalimat-kalimat kekufuran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَآءِ {24} تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللهُ اْلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ {25} وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ اْلأَرْضِ مَالَهَا مِن قَرَارٍ

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabb–nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat: Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (Qs. Ibrahim: 24-26).

5.      Disenangi menghibur manusia dengan menyebutkan kabar-kabar orang-orang terdahulu dan kisah-kisah berharga yang sarat dengan pelajaran. Terlebih apabila kisah-kisah tersebut bersesuaian dengan keadaan orang yang sedang diberi nasihat, karena metode yang demikian akan lebih menggugah hatinya dan menyadarkan dari kelalaiannya sehingga ia dapat terhibur dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut.

Wallahu A’lam.

Sumber: Majalah Al Furqon, Edisi 4 th. ke-8 1429 H/2008
Artikel www.KisahMuslim.com dengan pengubahan tata bahasa seperlunya.

Di Copas ulang by Kaos Dakwah dan Kaos Distro
Khutbah Pertama:
الحمدُ لله الكبيرِ المتعالِ، ذو العزِّ والكمالِ، وأشهد أن لا إله إلا هو سبحانه المُنَزَّهِ عن النقصِ والزوالِ وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم – خير الخلق والرجال، ورفع عنا الإصر والأغلال فصلى الله عليه وسلم، وعلى آله وأصحابه أجمعين.
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً)
Ibadallah,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerangi orang-orang Yahudi yang telah melanggar perjanjian damai. Beliau menyerang mereka di bulan Syawwal setelah Perang Badar. Hasil akhir dari peperangan ini, orang-orang Yahudi bani Qainuqa’ ini diusir dari Kota Madinah.

Tahukah Anda apa yang menyebabkan perang itu? Jawabnya, demi membela kehormatan seorang wanita, wanita muslimah. Ceritanya, ada seorang wanita muslimah dengan hijabnya datang ke pasar yahudi, Pasar bani Qainuqa’, untuk berbelanja suatu keperluan. Ketika ia sedang berbelanja, laki-laki Yahudi merayunya agar menanggalkan jilbabnya. Namun wanita muslimah itu enggan. Kemudian seorang tukang emas mengerjainya dengan mengaitkan ujung pakaiannya ke bagian belakangnya, tanpa ia sadari. Saat wanita itu berdiri, terbukalah auratnya. Melihat hal itu, orang-orang Yahudi pun tertawa. Sementara wanita tadi berteriak. Kemudian laki-laki dari kaum muslimin membelanya dan menghajar si Yahudi itu hingga tewas. Dan orang-orang Yahudi lainnya mengeroyok laki-laki muslim tadi hingga tewas pula. Mendengar kabar itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam marah dan mengepung mereka. Sampai bani Qainuqa’ menyerah.
Inilah keinginan jahat orang-orang Yahudi terhadap wanita muslimah yang menjaga hijabnya. Allah jadikan hal ini sebab terusirnya mereka dari Madinah. Mereka memusuhi wanita muslimah karena menjaga kehormatannya. Dan di zaman sekarang, Yahudi mempropagandakan sekulerisme, ateisme, dan mengedepankan logika. Hal ini mereka hadapkan kepada anak-anak kita kaum muslimin. Kedepannya, orang-orang Yahudi dengan mudah menguasai tanah air kita.
Sesungguhnya tipu daya orang-orang zhalim dan pemikiran-pemikiran yang menyimpang di tengah kita sekarang ini, sumbangsih mereka hanya merusak masyarakat. Inilah pemikiran yang mereka sebarkan. Dan suara-suara yang mereka angkat. Untuk menghancurkan kaum wanita. Menghancurkan adab dan akhlak mereka. Membuat para wanita lupa akan tujuan hidup mereka di dunia. Mereka mengaku bahwa mereka mengkampanyekan kebebasan wanita. Padahal hakikatnya, mereka semakin menjauhkan wanita dari kebebasan.
Ibadallah,
Sebelum Islam datang, wanita adalah barang komoditi jual-beli. Mereka dijual seperti hewan dan barang dagangan. Mereka dipaksa menikah kemudian disia-siakan. Mereka mewarisi tapi tidak mendapat warisan. Mereka dimiliki tapi tidak memiliki. Kebiasaan jahiliyah ini terus berjalan hingga di masa sekarang ini. Zaman kerusakan.
Kemudian, dalam beberapa keadaan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyamakan kedudukan laki-laki dan perempuan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berabda,
إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ
“Sesungguhnya wanita merupakan saudari kandung bagi laki-laki.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan at-Turmudzi).
Dalam sebuah khutbahnya yang terkenal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَلاَ وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَـاءِ خَيْرًا، فَإِنَّهُنَّ عَوَانٌ
“Ingatlah, berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka itu (bagaikan) tawanan di sisi kalian.” (HR.at-Turmudzi) Yakni bagaikan tawanan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan, mengangkat kedudukan wanita. Beliau mengatakan,
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977].
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ» وَضَمَّ أَصَابِعَهُ
“Siapa yang menanggung nafkah dua anak perempuan sampai baligh, maka pada hari kiamat, antara saya dan dia seperti ini. Beliau menggabungkan jari-jarinya.” (HR. Muslim 2631, dan Ibnu Abi Syaibah 25439).
Islam datang menjelaskan kepada manusia, menjelaskan kewajiban dan hak para wanita. Dalam hal ini mereka setara dengan perempuan. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.” [Quran Al-Isra: 70].
Kalau wanita telah menjadi seorang ibu, maka ia memiliki hak kebaikan yang besar dan sangat diperhatikan. Ia layak mendapatkan perlakuan yang sangat baik. Dimuliakan. Anak-anak sangat ditekankan kewajibannya untuk menaati mereka. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانً
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” [Quran Al-Isra: 23].
Kalau wanita berperan sebagai seorang istri, ia pun memiliki hak-hak yang agung di sisi suaminya. Ditemani dan bergaul baik dengannya. Bergaul dengan lemah lembut dan kasih sayang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” [Quran An-Nisa: 19].
Dalam firman-Nya yang lain,
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” [Quran Rum: 21].
Kalau wanita tersebut adalah seorang anak, maka para orang tua berkewajiban memberi pendidikan dan perhatian kepadanya. Kalau ia seorang saudara perempuan, Islam memotivasi kaum muslimin untuk memuliakan dan berbuat baik kepada mereka. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَكُونُ لأَحَدِكُمْ ثَلاَثُ بَنَاتٍ أَوْ ثَلاَثُ أَخَوَاتٍ فَيُحْسِنُ إِلَيْهِنَّ إِلاَّ دَخَلَ الجَنَّةَ
“Tidaklah kalian memiliki 3 anak perempuan atau 3 saudara perempuan, kemudian kalian berbuat baik kepada mereka kecuali kalian akan masuk Surga.” (HR. at-Turmudzi).
Mereka, kaum wanita, mendapatkan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Mereka juga berhak mendapatkan balasan pahala yang sama. Allah Jalla wa ‘Ala berfirman,
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ
“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.” [Quran Ali Imran: 195].
Allah juga menjamin kehidupan yang bahagia untuk mereka, apabila berbuat ketaatan. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sama persis seperti kaum laki-laki. Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [Quran An-Nahl: 97].
Dalam ruang lingkup masyarakat, Islam juga tetap memiliki perhatian istimewa terhadap wanita. Yaitu dengan adanya larangan campur baurnya laki-laki dengan perempuan. Sesungguhnya memerdekakan perempuan yang sebenarnya adalah apa yang ada pada syariat Islam. Apa yang diperintahkan oleh Islam. Berupa adab yang mulia.
Islam memerintahkan agar perempuan tetap di rumah mereka. Tidak bermudah-mudah keluar rumah. Keluar rumah hendaknya jika ada kebutuhan dan dengan menutup aurat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepadan wanita mukminah:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.” [Quran Al-Ahzab: 33].
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَمْنَعُوْا إِمَاءَ اللهِ مَسَاجِدَ اللهِ وَلَكِنْ لِيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلاَتٌ
“Janganlah kamu menghalangi kaum wanita dari masjid Allah tetapi hendaklah mereka keluar dalam keadaan tidak mengenakan parfum.” (HR. Abi Dawud no. 529).
Di dalam rumah, wanita dapat melaksanakan amalan yang agung. Kalau mereka benar-benar mencurahkan waktunya. Mereka mendidik anak dan menata rumah. Menjaga amanah suaminya saat sang suami sedang tidak berada di rumah.
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّه
“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” [Quran An-Nisa: 34]
Jadi, seorang wanita itu adalah pemimpin di rumah suaminya, ketika suaminya tidak ada. Jika perempuan pun ikut keluar rumah. Dan sibuk dengan pekerjaannya. Hal ini berakibat setengah dari aktivitas masyarakat terhenti. Yaitu mengurus dan menata rumah.
Musuh-musuh Islam telah mengetahui penjagaan Islam terhadap kehormatan wanita. Mereka merasa sempit dengan hal ini. Oleh karena itu, mereka mengerahkan segala daya dan upaya agar wanita-wanita muslimah keluar dari rumahnya.
Islam memberikan kepada kaum wanita sesuatu yang memang cocok dengan fisik mereka dan kedudukan mereka. Mereka dimuliakan dan dikokohkan posisinya. Allah Ta’ala berfirman,
أَلاَ يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” [Quran Al-Mulk: 14].
Akan tetapi, orang-orang Yahudi dan kelompoknya, orang-orang Nasrani dan pengagumnya, orang-orang sekuler yang hasad, tidak tenang dengan kenyamanan kaum wanita yang dijamin dalam Islam. Saat mereka sadar, mereka tidak akan bisa memukul Islam dari luar dan merobohkan benteng-bentengnya. Mereka memukul Islam dari dalam dengan mengeluarkan kaum wanita dari rumahnya dan mengerluarkan mereka.
فالحذر أن تصغي بأذنها إلى دعاة أبواب جهنم ، وقانا الله وإيكم شرهم ، وحصن نساءنا عن الفتن .
بارك الله لي ولكم في القرآن والسنة أقول ما سمعتم، وأستغفر الله لي ولكم .
Khutbah Kedua:
الحمد لله على إحسانه والشكر له على توفيقه وامتنانه وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه أما بعد تفكروا عباد الله فيما يراد بكم ولا تهلكوا كما هلك من كان قبلكم قال صلى الله عليه وسلم:( فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء
Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.”
وقال صلى الله عليه وسلم:(مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan sesudahku, suatu fitnah yang lebihberbahaya bagi pria daripada wanita. [Muttafaqun ‘alaih].
Mereka ingin agar wanita itu bersafar sendirian saja tanpa mahramnya. Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجِهَا رواه مسلم
“Tidak boleh seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk berkabung atas kematian melebihi tiga hari, kecuali atas kematian suaminya” [HR. Muslim].
Karena banyak gangguan di jalan. Para penjahat itu menunggu wanita ketika mereka dalam keadaan sendiri. Tapi, jika kaum wanita bersafar bersama mahram mereka. Mahram tersebut dapat menjaganya dan membantunya jika ada keperluan.
Ma’asyiral muslimin,
Kedudukan sosial seorang wanita muslimah sangat terjaga. Allah memberikan mereka hak-hak kemudian melindungi mereka dari segala kemungkinan yang mengganggu mereka. Sampai dalam hal melamar, hak-hak perempuan itu dijaga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُنْكَحُ اْلأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلاَ تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ.
“Janda tidak boleh dinikahkan sehingga dia diminta perintah-nya, dan gadis tidak dinikahkan sehingga diminta izinnya.”
Islam menghargai wanita. Menjadikan mereka pendamping laki-laki. Diajak bermusyawarah dan bertukar pikiran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalaah sosok yang paling lurus logikanya, tapi beliau tetap berdiskusi dengan istrinya.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَاحْمِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وأذلَّ الشركَ والمشركين.
اللَّهُمَّ كُنْ لِإِخْوَانِنَا الْمُسْتَضْعَفِينَ في كل مكان, اللَّهُمَّ احقن دِمَاءَهُمْ واحْفَظْ أَمْوَالَهُمْ وَأَعْرَاضَهُمْ, اللَّهُمَّ عليك بكل عدو للإسلام والمسلمين ، يا قَوِيُّ يَا عَزِيزُ.
اللهم اجعل لإخواننا في اليمن وسوريا فرجا و مخرجا ، اجعل لهم فرجا و مخرجا ، اجعل لهم فرجا و مخرجا ، اللهم و احقن دماءهم ، و احفظ أعراضهم ، و آمنهم في وطنهم ، اللهم و اكشف عنهم البلاء اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا دِينَنَا وَأَمْنَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا.
اللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَنَا أَوْ أَرَادَ بِلادَنَا ومُقَدَّسَاتِنَا أَوْ أَرَادَ وُلَاةَ أَمْرِنَا وعُلَمَاءَنَا ورجال أمننا أَوْ أَرَادَ شَبَابَنَا وَنِسَاءَنَا بِسُوءٍ اللَّهُمَّ فَأَشْغِلْهُ بِنَفْسِهِ، وَرُدَّ كَيْدَهُ إِلَى نَحْرِهِ، واجعلْ تدميرهُ في تدبيره.
اللهم منزل الكتاب ومجري السحاب وهازم الأحزاب أهزم الحوثين المعتدين وعجل زوالهم .
وامنن على عبادك عسكر الاسلام وجند التوحيد بصبر ونصر ، اللهم قوِّ عزائمهم , واربط على قلوبهم برحمتك يا أرحم الراحمين .
سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين .
Oleh tim KhotbahJumat.com copas ulang oleh Kaos Dakwah
KAOS DISTRO : Tahukah Kamu Bagaimana Sejarah Kaos Distro Sebelum Sepopuler Saat Ini. Kaos distro pada saat ini memang sudah menjadi suatu hal yang biasa. Malah, hampir setiap daerah di Indonesia, distro outlet sudah sangat mudah untuk ditemukan.
Pada awalanya, distro mulai dikenal masyarakat sejak masa pertengahan tahun ‘90-an di Kota Bandung. Mulanya, distro hanyalah sebuah toko kecil yang menjual produk dan barang-barang yang tidak bisa ditemukan di mayoritas toko, misalnya seperti factory outlet, dan shooping mall.

Dengan modal seadanya, dan ditambah dengan sedikit koneksi, serta kemampuan untuk menciptakan dan memasarkan produk, alhasil ada saja yang kemudian datang dan membeli, serta menjadi pelanggan tetap pada produk-produk tersebut. Malah sampai ada loh yang membuat komunitas-komunitas distro. Ada juga Kaos Distro Wanita

Sejarah Perkembagan Kaos Distro di Nusantara
Awal mula terciptanya, distro terbentuk pada sebuah studio musik, yakni studio Reverse di daerah Sukasenang pada tahun 1994.

Di awal terbentuknya, reverse hanya memasarkan produk-produk yang spesifik, khususnya hanya produk yang diminati oleh penggemar komunitas skateboard dan musik rock. Tetapi setelah melihat kemungkinan peluang yang cukup besar, akhirnya Reverse mulai menjual berbagai produk lainnya, diantaranya seperti kaset, aksesoris, poster, artwork, t-shirt, produk-produk local, sampai yang barang-barang impor.

Nah, untuk scaling up usaha yang awal mulanya dibangun berdasarkan hobi semata, hal tersebut tentunya membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan yang tinggi dalam mengelolanya.

Kalau dilihat dari segi pengembangan desainnya, variasi perubahan desainnya  tidak terlalu signifikan. Karena, untuk menciptakan suatu karakter desain yang kuat, tentunya membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Tetapi untuk menciptakan kreatifitas pasar, tidak sedikit juga kok para pengusaha Kaos Distro yang melakukan riset lebih lanjut, dan pengembangan desain yang lebih mendalam.

Alhasil, pada tahun 2003, kaos distro sudah benar-benar dikenal oleh penjuru Nusantara karena keunikan kreatifitas, dan tingkat kualitasnya. Sehingga, dampak dari boom clothing pada tahun tersebut, banyak juga para pengusaha Kaos distro yang mulai ikut ambil dalam bisnis yang menggiurkan ini.

Yang kurangnya adalah, banyak juga usahawan-usahawan kaos distro kecil-kecilan yang asal menjiplak desain dan karakteristik yang sudah ada, yak arena tadi, untuk membentuk suatu karakter, akan membuthkan waktu yang cukup lama. Nah dalam perkembangannya, seni eksplorasi desain clothing anak muda Bandung, tidak sedikit  juga yang desainnya dipengaruhi oleh model street fashion Jepang.

Selain itu, industry clothing yang ada dan terus berkembang, justru juga ikut memperngaruhi perkembangan industri kecil lain yang baru, tentunya yang juga berbasis seni dan kreatifitas. Pada saat krisis ekonomi terjadi pada tahun 1998, usaha yang sudah dijalani Reverse, mengalami masa-masa yang sulit, sampai akhirnya mereka angkat kaki dari bisnis tersebut.

Tetapi kondisi yang sulit inilah yang  justru melahirkan generasi baru dalam perkembangan industri clothing di Bandung, dan terus berkembang sampai tingkat Nusantara. Nah, karena kurangnya modal dan budget untuk membeli produk-produk impor dari luar negri. Hal inilah yang akhirnya terbesit pada anak mudah kita untuk menciptakan produk kreatifitas yang dibuat dengan produksi sendiri, dan memiliki keinginan untuk bisa menciptakan kaos, sesuai dengan keinginan mereka dan para konsumennya.

Selain bisa mengekspresikan keinginan mereka dalam mendesain kaos distro nya sendiri, mereka juga lebih bisa mengkeresikan variasi dari desain yang diinginkan. Bahkan saat ini, sudah banyak loh berbagai jenis dan ragam kaos distro yang tersebar di nuasantara, misalanya kaos distro muslim, kaos distro batik, kaos distro seni, dan berbagai kaos distro kreatif lainnya. Nah, karena kreasi kaos distro yang tersebar di Nusanatara adalah hasil ciptaan dan kreasi anak muda kita, membuat seleranya menjadi sesuai dengan para penggunanya.

Kaos Distro merupakan bisnis masa kini yang banyak digeluti anak muda tanah air. Selain karena kaos distro merupakan lambang generasi muda, yakni fashion yang selalu meremaja dan selalu baru, juga karena kaos distro merupakan simbol semangat ekspresi dan independensi anak muda, baik sebagai simbol komunitas, semangat bermusik, desain grafis, atau pun otomotif dan yang baru bermunculan dalah Kaos Distro Dakwah

Di antara kota yang paling banyak menyediakan kaos distro, bahkan yang menjadi pusat kaos distro bahkan pusat fashion tanah air adalah Bandung. Mungkin Sobat bertanya Tanya, kenapa harus Bandung yang menjadi kiblat kaos distro?

ALASAN KAOS DISTRO BANDUNG MENJADI KIBLAT BISNIS DISTRO
Paling tidak, kita melihat ada 3 Faktor yang menjadikan kaos distro Bandung sebagai kiblat Kaos Distro, yakni seperti di bawah ini.

1. Faktor Budaya
Pertama, Bandung merupakan perpaduan antara budaya yang semangat  motekar (kreatif) dan someah (ramah tamah) dengan budaya metropolitan yang modern, persaingan ketat, serta rasional. Perpaduan 2 budaya inilah yang pada akhirnya akan mewujud menjadi semangat indie yang tak ingin dikekang banyak aturan, baik melalui karya seni lukis, semangat bermusik, menjadi entertain, serta hal hal lain yang kreatif.

Dalam hal ini, kaos disto Bandung merupakan bagian kreativitas anak muda Bandung yang paling banyak digemari, selain karena semangat independensi, juga karena di dalamnya memuat kreativitas tinggi, baik mengenai model, corak design, serta kaos distro merupakan hasil kreativitas dari perkawinan antara fashion, seni, dengan semangat komunitas yang tinggi.

2. Faktor Sejarah
Kedua, selain faktor budaya di atas, hadirnya kaos distro Bandung sebagai kiblat bisnis distro tanah air adalah karena Bandung punya sejarah panjang sejak zaman belanda. Semenjak zaman penjajahan belanda, Bandung dijadikan sebagai pusat pabrik tekstil, khususnya di kawasan majalaya. Kondisi ini kemudian ini yang menjadi cikal bakal Bandung berkembang sebagai  pabrik tekstil yang menjadi bahan pokok industri garmen. Begitu pula mudahnya akses industri garmen menjadikan Bandung sebagai kota yang lebih dulu memproduksi kaos distro. Jadi jika dirunut secara sejarah, alasan kaos distro Bandung menjadi kiblat kaos distro ialah karena Bandung lebih dulu memprakarsai bisnis kaos distro di Bandung kota lain.

3. Faktor Ekonomi
Bandung merupakan pusat industri garmen, yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. Ketersediaan bahan dan mudahnya akses produksi  ini yang mendorong banyaknya Kaos Distro Bandung.

Kreativitas masyarakat Bandung ini ditopang pula oleh banyaknya sector jasa di kota metropolitan seperti Bandung, baik wisata, perkantoran, dan jasa lainnya. Pangsa pasar yang besar ini menjadi kekuatan tumbuh berkembangnya industri distro di Bandung, terutama kaos distro Bandung. Hal ini pula yang membuat para turis ke Bandung senang berbelanja kaos distro, hingga melakukan pengembangan distro di kota kota lain di Indonesia melalui cabang cabang distro.

Industri garmen Bandung

Jika kamu anak muda Bandung, atau anak muda tanah air yang memiliki semangat yang sama dengan semangat bandung, bagaimana cara menggunakan semangat kreativitas menjadi karya produktif seperti para pemilik kaos distro Bandung yang sudah lebih dulu terjun di dunia fashion. Tentu kamu punya kreativitas yang lebih gila, bukan? 

Kaos Distro Wanita
Kaos Distro tidak hanya di minati oleh kaum pria saja, kaum wanitapun berlomba lomba mencari Kaos kesukaannya. Jika Wanita Muslimah tentu saja tidak sembarangan memilih jenis kaos kesukaannya. Kaos distro wanita muslimah harus memenuhi syarat syarat syar’i yaitu tertutup auratnya dan tidak membentuk tubuh.
Bagi wanita muslimah yang mengenal syar’i kaos distro wanita biasanya hanya untuk lapisan pakaian atau baju syar’i nya saja untuk keluar rumah, tapi kalau di dalam rumah bisa di gunakan kaos distro ini.

Harga Kaos dipengaruhi dari beberapa kriteria di antaranya adalah :
1.     Jenis Bahan yang di gunakan
2.     Desain Kaos Distro
3.     Merk atau brand
4.     Keunikan dan  tingkat kesulitan penyamblonan
5.     Daerah atau wilayah
6.     Dll
Dari kriteria itulah para penjual kaos distro menentukan harga jual kaos distro nya, sehingga beragam harga kaos di pasaran, tapi kita jangan tertipu dengan harga kaos distro yang murah, bisa jadi kaos itu di produksi secara masal sehingga menekan harga pembuatannya.
Jika kaos di produksi secara masal saya menganggap kaos jenis itu hilang dari makna distronya, karna yang namanya distro pasti dibuat limited edition.

Kaos Distro Lengan Panjang
Kaos jenis ini banyak di sukai oleh kaum wanita muslimah, karna selain menutup aurat juga bisa buat lapisan baju syari nya. Kaum priapun banyak yang menyukainya terutama untuk dipergunakan di daerah dingin da nada juga yang untuk keren kerenan.
Kaos Distro lengan panjang agak sedikit mahal karna menggunakan bahan yang lebih banyak dan tingkat kesulitan menjahitnyapun agak sedikit sulit.
Dari desain kaos ini agak sedikit banyak variasi karna gambar bisa dibuat di kaos bagian lengannya, sehingga akan terlihat variatif dan modis

Pemilihan kaos distro polos sangat berpengaruh terhadap jenis bahan sablon yang akan di pergunakan untuk penyamblonan. Sebelum membeli kaos polos kita harus tahu dahulu jenis penyablonan dengan menggunakan tinta sablon jenis apa.
Untuk membeli kaos polos sudah banyak beredar di dunia maya, tinggal ketik saya Kaos Distro Polos, maka nanti akan bemunculan penjual kaos polos.
Harga dari kaos polos ini beragam ragam tergantung jenis bahan yang di pergunakan, ada juga jenis kaos tanpa jahitan samping, tentunya jenis kaos ini lebih mahal

Grosir Baju Distro Murah Tanah Abang
Pasar Tanah Abang bukan saja pusat grosir dari jenis pakaian, Tanah Abang juga merupakanGrosir BajuDistro Tanah Abang . Di pasar tanah abang kita bisa memilih dengan sepuasnya kaos  atau baju yang akan kita pilih, karna banyak sekali disana berkumpul pedangan pakaian dari seluruh Indonesia. Biasanya yang membeli di pasar Tanah Abang adalah para pedagang juga untuk di jual kembali di dalam negri maupun ke luar negri.
Di Pasar Tanah Abang kita harus pintar memilih baju yang kita inginkan karna beragamnya jenis dan sifat dari pedagang. Kita juga harus berhati hati saat belanja di sana, karna dari segi keamanan agak kurang terjamin. Di pasar banyak pedagang berkumpul dari seluruh Indonesia. Sehingga sifat dari pedagang satu dengan pedagang lainnya ada perbedaan.

Grosir Kaos Distro Branded
Dimanakah kita bisa menemukan Grosir Kaos Distro Branded ?,
Kenapa kita harus membeli barang grosiran ?
Siapakah para pencari barang grosiran ?
Pertanyaan di atas sangat menggelitik hati saya, kenapa ?..... Namanya Kaos Distro pasti dibuat dengan Limited Edition alias dibuat hanya beberapa kaos saja, jika kaos distro sudah di grosir saya kira hilang makna dari Nama Distro.
Disinilah para pembeli atau penikmat distro harus lebih jeli dalam memilih kaos distro kegemarannya, karna jangan sampai kaos yang anda pergunakan sudah banyak orang yang pakai, jadi akan hilang dari makna distro nya.
Adakah barang branded tapi grosiran, “ Ada “. Biasanya para pedagang ini hanya mengejar omset dari pada makna dari distro itu tersendiri.

Kaos Distro 2018, 2019, 2020
Dari tahun ketahun Kaos Distro akan semakin berkembang, dari jenis bahan, desain kaos danharga kaos distro itu sendiri. Semakin lama jenis kaos distro akan semakin mahal karna mengikuti perkembangan zaman dan trend kaos distro saat itu.
Tahun 2017, 2018, 2019, 2020 sampai tidak tahu kapan kaos distro ini akan menjadi trend, karna penggunaan kaos sangat umum digunakan oleh siapapun

Dimanakah toko online yang menjual kaos distro selain di Lazada, tokopedia, blibli, ghirah.comdan yang lainnya. Sebenarnya untuk membeli kaos online tidak sesulit jika kita membeli di pasar pasar tradisional ataupun di Mall Mall. Kita cukup berada di depan computer atau menggunakan androit di rumah dengan browsing, tinggal kita ketik saja di google “ Kaos Distro“ Maka akan bemunculan took took online yang menjual kaos jenis ini. Anda tinggal pilih pilih, kemudian di klik, Bayar lewat online atau banking, konfirmasi pembayaran. Maka kaos distro anda akan sampai di rumah, tidak perlu bermacet macetan dan berdesak desakan untuk melihat kaos distro yang anda inginkan. Mudah bukan ?....


Sumber informasi KAOS DAKWAH