SERING DIBACA

KAOS DISTRO : Tahukah Kamu Bagaimana Sejarah Kaos Distro Sebelum Sepopuler Saat Ini. Kaos distro pada saat ini memang sudah menjadi suatu hal yang biasa. Malah, hampir setiap daerah di Indonesia, distro outlet sudah sangat mudah untuk ditemukan.
Pada awalanya, distro mulai dikenal masyarakat sejak masa pertengahan tahun ‘90-an di Kota Bandung. Mulanya, distro hanyalah sebuah toko kecil yang menjual produk dan barang-barang yang tidak bisa ditemukan di mayoritas toko, misalnya seperti factory outlet, dan shooping mall.

Dengan modal seadanya, dan ditambah dengan sedikit koneksi, serta kemampuan untuk menciptakan dan memasarkan produk, alhasil ada saja yang kemudian datang dan membeli, serta menjadi pelanggan tetap pada produk-produk tersebut. Malah sampai ada loh yang membuat komunitas-komunitas distro. Ada juga Kaos Distro Wanita

Sejarah Perkembagan Kaos Distro di Nusantara
Awal mula terciptanya, distro terbentuk pada sebuah studio musik, yakni studio Reverse di daerah Sukasenang pada tahun 1994.

Di awal terbentuknya, reverse hanya memasarkan produk-produk yang spesifik, khususnya hanya produk yang diminati oleh penggemar komunitas skateboard dan musik rock. Tetapi setelah melihat kemungkinan peluang yang cukup besar, akhirnya Reverse mulai menjual berbagai produk lainnya, diantaranya seperti kaset, aksesoris, poster, artwork, t-shirt, produk-produk local, sampai yang barang-barang impor.

Nah, untuk scaling up usaha yang awal mulanya dibangun berdasarkan hobi semata, hal tersebut tentunya membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan yang tinggi dalam mengelolanya.

Kalau dilihat dari segi pengembangan desainnya, variasi perubahan desainnya  tidak terlalu signifikan. Karena, untuk menciptakan suatu karakter desain yang kuat, tentunya membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Tetapi untuk menciptakan kreatifitas pasar, tidak sedikit juga kok para pengusaha Kaos Distro yang melakukan riset lebih lanjut, dan pengembangan desain yang lebih mendalam.

Alhasil, pada tahun 2003, kaos distro sudah benar-benar dikenal oleh penjuru Nusantara karena keunikan kreatifitas, dan tingkat kualitasnya. Sehingga, dampak dari boom clothing pada tahun tersebut, banyak juga para pengusaha Kaos distro yang mulai ikut ambil dalam bisnis yang menggiurkan ini.

Yang kurangnya adalah, banyak juga usahawan-usahawan kaos distro kecil-kecilan yang asal menjiplak desain dan karakteristik yang sudah ada, yak arena tadi, untuk membentuk suatu karakter, akan membuthkan waktu yang cukup lama. Nah dalam perkembangannya, seni eksplorasi desain clothing anak muda Bandung, tidak sedikit  juga yang desainnya dipengaruhi oleh model street fashion Jepang.

Selain itu, industry clothing yang ada dan terus berkembang, justru juga ikut memperngaruhi perkembangan industri kecil lain yang baru, tentunya yang juga berbasis seni dan kreatifitas. Pada saat krisis ekonomi terjadi pada tahun 1998, usaha yang sudah dijalani Reverse, mengalami masa-masa yang sulit, sampai akhirnya mereka angkat kaki dari bisnis tersebut.

Tetapi kondisi yang sulit inilah yang  justru melahirkan generasi baru dalam perkembangan industri clothing di Bandung, dan terus berkembang sampai tingkat Nusantara. Nah, karena kurangnya modal dan budget untuk membeli produk-produk impor dari luar negri. Hal inilah yang akhirnya terbesit pada anak mudah kita untuk menciptakan produk kreatifitas yang dibuat dengan produksi sendiri, dan memiliki keinginan untuk bisa menciptakan kaos, sesuai dengan keinginan mereka dan para konsumennya.

Selain bisa mengekspresikan keinginan mereka dalam mendesain kaos distro nya sendiri, mereka juga lebih bisa mengkeresikan variasi dari desain yang diinginkan. Bahkan saat ini, sudah banyak loh berbagai jenis dan ragam kaos distro yang tersebar di nuasantara, misalanya kaos distro muslim, kaos distro batik, kaos distro seni, dan berbagai kaos distro kreatif lainnya. Nah, karena kreasi kaos distro yang tersebar di Nusanatara adalah hasil ciptaan dan kreasi anak muda kita, membuat seleranya menjadi sesuai dengan para penggunanya.

Kaos Distro merupakan bisnis masa kini yang banyak digeluti anak muda tanah air. Selain karena kaos distro merupakan lambang generasi muda, yakni fashion yang selalu meremaja dan selalu baru, juga karena kaos distro merupakan simbol semangat ekspresi dan independensi anak muda, baik sebagai simbol komunitas, semangat bermusik, desain grafis, atau pun otomotif dan yang baru bermunculan dalah Kaos Distro Dakwah

Di antara kota yang paling banyak menyediakan kaos distro, bahkan yang menjadi pusat kaos distro bahkan pusat fashion tanah air adalah Bandung. Mungkin Sobat bertanya Tanya, kenapa harus Bandung yang menjadi kiblat kaos distro?

ALASAN KAOS DISTRO BANDUNG MENJADI KIBLAT BISNIS DISTRO
Paling tidak, kita melihat ada 3 Faktor yang menjadikan kaos distro Bandung sebagai kiblat Kaos Distro, yakni seperti di bawah ini.

1. Faktor Budaya
Pertama, Bandung merupakan perpaduan antara budaya yang semangat  motekar (kreatif) dan someah (ramah tamah) dengan budaya metropolitan yang modern, persaingan ketat, serta rasional. Perpaduan 2 budaya inilah yang pada akhirnya akan mewujud menjadi semangat indie yang tak ingin dikekang banyak aturan, baik melalui karya seni lukis, semangat bermusik, menjadi entertain, serta hal hal lain yang kreatif.

Dalam hal ini, kaos disto Bandung merupakan bagian kreativitas anak muda Bandung yang paling banyak digemari, selain karena semangat independensi, juga karena di dalamnya memuat kreativitas tinggi, baik mengenai model, corak design, serta kaos distro merupakan hasil kreativitas dari perkawinan antara fashion, seni, dengan semangat komunitas yang tinggi.

2. Faktor Sejarah
Kedua, selain faktor budaya di atas, hadirnya kaos distro Bandung sebagai kiblat bisnis distro tanah air adalah karena Bandung punya sejarah panjang sejak zaman belanda. Semenjak zaman penjajahan belanda, Bandung dijadikan sebagai pusat pabrik tekstil, khususnya di kawasan majalaya. Kondisi ini kemudian ini yang menjadi cikal bakal Bandung berkembang sebagai  pabrik tekstil yang menjadi bahan pokok industri garmen. Begitu pula mudahnya akses industri garmen menjadikan Bandung sebagai kota yang lebih dulu memproduksi kaos distro. Jadi jika dirunut secara sejarah, alasan kaos distro Bandung menjadi kiblat kaos distro ialah karena Bandung lebih dulu memprakarsai bisnis kaos distro di Bandung kota lain.

3. Faktor Ekonomi
Bandung merupakan pusat industri garmen, yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. Ketersediaan bahan dan mudahnya akses produksi  ini yang mendorong banyaknya Kaos Distro Bandung.

Kreativitas masyarakat Bandung ini ditopang pula oleh banyaknya sector jasa di kota metropolitan seperti Bandung, baik wisata, perkantoran, dan jasa lainnya. Pangsa pasar yang besar ini menjadi kekuatan tumbuh berkembangnya industri distro di Bandung, terutama kaos distro Bandung. Hal ini pula yang membuat para turis ke Bandung senang berbelanja kaos distro, hingga melakukan pengembangan distro di kota kota lain di Indonesia melalui cabang cabang distro.

Industri garmen Bandung

Jika kamu anak muda Bandung, atau anak muda tanah air yang memiliki semangat yang sama dengan semangat bandung, bagaimana cara menggunakan semangat kreativitas menjadi karya produktif seperti para pemilik kaos distro Bandung yang sudah lebih dulu terjun di dunia fashion. Tentu kamu punya kreativitas yang lebih gila, bukan? 

Kaos Distro Wanita
Kaos Distro tidak hanya di minati oleh kaum pria saja, kaum wanitapun berlomba lomba mencari Kaos kesukaannya. Jika Wanita Muslimah tentu saja tidak sembarangan memilih jenis kaos kesukaannya. Kaos distro wanita muslimah harus memenuhi syarat syarat syar’i yaitu tertutup auratnya dan tidak membentuk tubuh.
Bagi wanita muslimah yang mengenal syar’i kaos distro wanita biasanya hanya untuk lapisan pakaian atau baju syar’i nya saja untuk keluar rumah, tapi kalau di dalam rumah bisa di gunakan kaos distro ini.

Harga Kaos dipengaruhi dari beberapa kriteria di antaranya adalah :
1.     Jenis Bahan yang di gunakan
2.     Desain Kaos Distro
3.     Merk atau brand
4.     Keunikan dan  tingkat kesulitan penyamblonan
5.     Daerah atau wilayah
6.     Dll
Dari kriteria itulah para penjual kaos distro menentukan harga jual kaos distro nya, sehingga beragam harga kaos di pasaran, tapi kita jangan tertipu dengan harga kaos distro yang murah, bisa jadi kaos itu di produksi secara masal sehingga menekan harga pembuatannya.
Jika kaos di produksi secara masal saya menganggap kaos jenis itu hilang dari makna distronya, karna yang namanya distro pasti dibuat limited edition.

Kaos Distro Lengan Panjang
Kaos jenis ini banyak di sukai oleh kaum wanita muslimah, karna selain menutup aurat juga bisa buat lapisan baju syari nya. Kaum priapun banyak yang menyukainya terutama untuk dipergunakan di daerah dingin da nada juga yang untuk keren kerenan.
Kaos Distro lengan panjang agak sedikit mahal karna menggunakan bahan yang lebih banyak dan tingkat kesulitan menjahitnyapun agak sedikit sulit.
Dari desain kaos ini agak sedikit banyak variasi karna gambar bisa dibuat di kaos bagian lengannya, sehingga akan terlihat variatif dan modis

Pemilihan kaos distro polos sangat berpengaruh terhadap jenis bahan sablon yang akan di pergunakan untuk penyamblonan. Sebelum membeli kaos polos kita harus tahu dahulu jenis penyablonan dengan menggunakan tinta sablon jenis apa.
Untuk membeli kaos polos sudah banyak beredar di dunia maya, tinggal ketik saya Kaos Distro Polos, maka nanti akan bemunculan penjual kaos polos.
Harga dari kaos polos ini beragam ragam tergantung jenis bahan yang di pergunakan, ada juga jenis kaos tanpa jahitan samping, tentunya jenis kaos ini lebih mahal

Grosir Baju Distro Murah Tanah Abang
Pasar Tanah Abang bukan saja pusat grosir dari jenis pakaian, Tanah Abang juga merupakanGrosir BajuDistro Tanah Abang . Di pasar tanah abang kita bisa memilih dengan sepuasnya kaos  atau baju yang akan kita pilih, karna banyak sekali disana berkumpul pedangan pakaian dari seluruh Indonesia. Biasanya yang membeli di pasar Tanah Abang adalah para pedagang juga untuk di jual kembali di dalam negri maupun ke luar negri.
Di Pasar Tanah Abang kita harus pintar memilih baju yang kita inginkan karna beragamnya jenis dan sifat dari pedagang. Kita juga harus berhati hati saat belanja di sana, karna dari segi keamanan agak kurang terjamin. Di pasar banyak pedagang berkumpul dari seluruh Indonesia. Sehingga sifat dari pedagang satu dengan pedagang lainnya ada perbedaan.

Grosir Kaos Distro Branded
Dimanakah kita bisa menemukan Grosir Kaos Distro Branded ?,
Kenapa kita harus membeli barang grosiran ?
Siapakah para pencari barang grosiran ?
Pertanyaan di atas sangat menggelitik hati saya, kenapa ?..... Namanya Kaos Distro pasti dibuat dengan Limited Edition alias dibuat hanya beberapa kaos saja, jika kaos distro sudah di grosir saya kira hilang makna dari Nama Distro.
Disinilah para pembeli atau penikmat distro harus lebih jeli dalam memilih kaos distro kegemarannya, karna jangan sampai kaos yang anda pergunakan sudah banyak orang yang pakai, jadi akan hilang dari makna distro nya.
Adakah barang branded tapi grosiran, “ Ada “. Biasanya para pedagang ini hanya mengejar omset dari pada makna dari distro itu tersendiri.

Kaos Distro 2018, 2019, 2020
Dari tahun ketahun Kaos Distro akan semakin berkembang, dari jenis bahan, desain kaos danharga kaos distro itu sendiri. Semakin lama jenis kaos distro akan semakin mahal karna mengikuti perkembangan zaman dan trend kaos distro saat itu.
Tahun 2017, 2018, 2019, 2020 sampai tidak tahu kapan kaos distro ini akan menjadi trend, karna penggunaan kaos sangat umum digunakan oleh siapapun

Dimanakah toko online yang menjual kaos distro selain di Lazada, tokopedia, blibli, ghirah.comdan yang lainnya. Sebenarnya untuk membeli kaos online tidak sesulit jika kita membeli di pasar pasar tradisional ataupun di Mall Mall. Kita cukup berada di depan computer atau menggunakan androit di rumah dengan browsing, tinggal kita ketik saja di google “ Kaos Distro“ Maka akan bemunculan took took online yang menjual kaos jenis ini. Anda tinggal pilih pilih, kemudian di klik, Bayar lewat online atau banking, konfirmasi pembayaran. Maka kaos distro anda akan sampai di rumah, tidak perlu bermacet macetan dan berdesak desakan untuk melihat kaos distro yang anda inginkan. Mudah bukan ?....


Sumber informasi KAOS DAKWAH
Setan memiliki 1001 cara untuk menjerat manusia ke dalam perangkapnya, menggunakan berbagai macam strategi untuk menjeremuskan manusia ke dalam kenistaan.


Setan tahu persis kelemahan manusia yang cenderung memperturutkan hawa nafsu, dia terus berusaha untuk menjauhkan manusia dari aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah Jalla wa ‘Ala. Khususnya kaum wanita yang dijauhkan dari jati dirinya sebagai seorang muslimah yaitu mengenakan hijab. Berikut ini tahapan-tahapannya.

I. Menghilangkan Definisi Hijab

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekadar pakaian atau mode hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar’i, pakaian ya pakaian, apa pun bentuk dan namanya.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga.

Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai.

Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar’i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar’i tetap dipertahankan.

Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bagian Tangan

Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan).

“Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakain model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik,” Tuh tidak apa-apa kan?

Kedua, Membuka Leher dan Dada

Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru lagi. “Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu.”

Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak gerah. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga yang model bentuk huruf “V” yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang

Setan berbisik lagi, “Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Sang wanita bergumam. “Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang,” setan memberi ide baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. “Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin,” begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ‘ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit

Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu, “Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?” Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik.”

Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil. “Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa lah, yang penting enjoy,” katanya.

Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya model, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar’i yang sebenarnya.Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya.

II. Terbuka Sedikit Demi Sedikit


Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita menampak kan bagian aurat tubuhnya.

Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit

Setan Berbisik kepada para wanita, “Baju panjang benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa, lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki.” Ini baru agak longgar. “Oh ada yang kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab.”

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi, yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara yang menarik perhatian orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis

Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang-orang yang melihat juga tidak begitu peduli. Maka setan kembali berbisik, “Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak, bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh senti saja.” Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis.”

Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti. Maka terbiasalah dia mema-kai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

Ketiga, Terbuka Seluruh Betis

Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, setan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu.

Namun buru-buru bisikan setan dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas enggak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya.”

Tetapi… apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum laki-laki,” gumamnya.

“Fitnah? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang di emperan hingga yang yang bermerek kenamaan, seperti Kristian Dior, semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.”

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak para wanita yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari siasatnya untuk melucuti hijab wanita.

III. Serba Mini


Setelah pakaian yang menampak kan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain. “Pakaian membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah.”

Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung nya dan berbagai model lain yang serba pendek dan mini.

Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan celana pendek separuh paha pun dia miliki, model dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicoba. Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan “bikini”.

Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na’udzu billah bisikan setan berhasil, tujuannya tercapai, “Menelanjangi Kaum Wanita.” Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan laki-laki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu” Setan tak mau ambil resiko.

Penutup

Demikian halus, cara yang digunakan syaitan, sehingga manusia terjeru-mus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama Muslimah sebagai saudari yang tentunya tidak menginginkan saudarinya dalam kemaksiatan kepada Allah Jalla wa ‘Ala, segera secepatnya diambil tindakan.

Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.

Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyeng-sarakan, baik di dunia maupun di akhirat.

Wallahu a’lam bis shawab.


-Nurul Aulia/Tribunners-
Sesungguhnya ilmu adalah warisan para nabi dan rasul, karena sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan harta benda, akan tetapi mereka mewariskan ilmu

Tidak diragukan lagi bahwa memahami ilmu syar’i (ilmu agama) adalah hal yang sangat penting, baik bagi seorang muslim maupun muslimah. Kita membutuhkan ilmu syar’i sebagai bekal hidup, bahkan dalam setiap tarikan nafas yang kita hirup dan setiap detik yang kita lalui, semuanya membutuhkan ilmu. Hal ini karena sesungguhnya setiap perkataan, perbuatan, bahkan apa yang ada di hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Allah Ta’ala berfirman

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al Israa`: 36)

Oleh karena itu, kita harus mempelajari ilmu syar’i karena ilmu syar’i merupakan sumber kebahagiaan, baik di kehidupan dunia maupun akhirat. Kita juga membutuhkan ilmu syar’i sebagai pedoman hidup. Terlebih lagi bagi seorang wanita, karena wanita akan menjadi ibu yang kelak akan mendidik anak-anaknya. Seorang ibu adalah pendidik yang utama bagi anak-anaknya. Lantas bagaimanakah jadinya jika pendidiknya adalah seorang yang tidak berilmu? Bagaimana mungkin seseorang yang tidak mempunyai sesuatu akan dapat memberikan sesuatu kepada orang lain?

Keutamaan Ilmu dan Pemilik Ilmu

Allah Ta’ala berfirman

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah: 11)

Ilmu akan menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu orang-orang yang mengilmui agama yang benar ini dengan baik.

Allah Ta’ala berfirman

هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

“Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang bisa mengambil pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)

Sesungguhnya tidaklah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu, sebagaimana tidak sama antara orang yang hidup dengan orang yang mati, antara orang yang mendengar dengan orang yang tuli, serta antara orang yang buta dengan orang yang melihat. Karena ilmu adalah cahaya yang akan memberikan petunjuk kepada manusia sehingga mereka bisa keluar dari kegelapan menuju kepada cahaya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam perkara agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwasanya kefahaman terhadap agama merupakan tanda adanya kebaikan pada diri seseorang. Dan sebaliknya, orang yang tidak dikehendaki untuk mendapatkan kebaikan oleh Allah, maka Allah tidak akan memahamkannya terhadap urusan agamanya sehingga ia akan tercegah dari kebaikan. Nas`alullaha as-salamah (Kita memohon keselamatan kepada Allah Ta’ala)…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Wahai Saudariku, lihatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut. Surga duhai Saudariku, surga! Tidakkah engkau ingin meraihnya? Jika ya, maka tempuhlah jalan untuk mencari ilmu. Tentunya yang dimaksud dengan menuntut ilmu adalah menuntut ilmu syar’i yang benar yang berasal dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Wahai Saudariku, itulah beberapa ayat dan hadits yang menyebutkan tentang keutamaan seorang ahli ilmu, dan sungguh masih banyak ayat dan hadits lain yang menyebutkan tentang keutamaannya.

Sedangkan di antara keutamaan ilmu adalah:

Sesungguhnya ilmu adalah warisan para nabi dan rasul, karena sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan harta benda, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka sungguh ia telah mengambil bagian dari warisan para nabi.
Ilmu itu abadi, sedangkan harta adalah fana. Contohnya adalah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia termasuk sahabat yang faqir sehingga ia sering terjatuh pingsan karena menahan lapar. Akan tetapi lihatlah wahai Saudariku, bukankah engkau melihat nama beliau banyak disebut-sebut hingga sekarang? Semua itu bukanlah disebabkan karena kekayaan beliau, akan tetapi semua itu karena ilmu beliau. Lihatlah wahai Saudariku, betapa ilmu itu akan kekal dan harta itu akan habis.
Ilmu tidak akan membuat lelah pemiliknya dalam menjaganya, karena tempat ilmu adalah di dalam hati, sehingga hal itu tidak membutuhkan kotak khusus ataupun kunci khusus untuk menjaganya.
Ilmu adalah jalan menuju surga.
Persiapan Menuntut Ilmu

Seseorang jika hendak menuntut suatu ilmu –terlebih lagi ilmu syar’i- maka hendaknya dia mempersiapkan dirinya dan mencurahkan waktunya untuk ilmu, dan hendaknya ia tidak cepat bosan terhadap ilmu tersebut.

Terdapat sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadiy dalam kitab beliau Al-Jaami’ li Akhlaaqir Rawi wa Adaabis Saami’ bahwasanya terdapat seorang penuntut ilmu hadits yang rajin mencari ilmu. Dia rajin menghadiri majelis-majelis ilmu para ulama ahli hadits. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu, dia merasa bahwa dirinya belumlah mendapatkan ilmu dan faidah yang banyak. Kemudian dia berkata pada dirinya sendiri, “Sesungguhnya aku tidaklah cocok mempelajari ilmu ini.” Selanjutnya dia meninggalkan ilmu tersebut karena menyangka bahwa pemahamannya terhadap ilmu tersebut sangatlah lemah sehingga dia tidaklah pantas mempelajarinya.

Setelah waktu berlalu, suatu hari dia berjalan melewati sebuah batu besar dan terdapat air yang terus menetes di atasnya hingga mampu melubangi batu besar tersebut. Maka ia berhenti dan berfikir sejenak, lalu berkata kepada dirinya, “Air dengan kelembutannya saja mampu melubangi batu yang keras, maka sungguh otak dan hatiku tidaklah lebih keras dari batu, dan ilmu tentulah tidak lebih lembut daripada air.” Semenjak itu dia mempunyai tekad yang kuat untuk kembali mempelajari ilmu yang telah lama dia tinggalkan. Maka jadilah dia termasuk orang yang mendapat petunjuk sehingga dia menguasai ilmu tersebut.

Wahai Saudariku, dari kisah tersebut terdapat sebuah pelajaran yang sangat berharga yaitu hendaknya siapa saja yang ingin mempelajari suatu ilmu, maka hendaknya dia mempunyai suatu tekad yang kuat dan tidak cepat berputus asa ketika jalan yang dilaluinya dalam menuntut ilmu adalah jalan yang sulit. Hendaknya pula kita tidak mengatakan, “Saya mungkin tidak berbakat belajar bahasa Arab –misalnya- karena pemahaman saya terhadap bahasa Arab tidaklah kuat” atau perkataan-perkataan lainnya yang menunjukkan keputus-asaan dan ketidaksabaran. Akan tetapi hendaknya kita melihat cara-cara yang ditempuh oleh orang-orang sebelum kita dalam mempelajari suatu ilmu. Di samping itu, hendaknya kita juga jangan pernah lupa untuk terus memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa memberikan pertolongan kepada kita agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Beberapa Cara yang Bisa Ditempuh untuk Memperoleh Ilmu

Ketika seseorang hendak menuju suatu tempat, dia harus mengetahui jalan yang bisa mengantarkannya ke tempat tersebut. Jika jalan yang mengantarkan ke tempat tersebut banyak, maka ia harus mencari jalan yang termudah dan terdekat. Oleh karena itulah, di antara hal-hal penting yang harus diketahui oleh orang yang hendak mencari ilmu adalah mengetahui jalan yang akan mengantarkannya ke sana.

Di antara sebab-sebab yang bisa meneguhkan hati dalam menuntut ilmu syar’i yaitu:

1. Mengikhlaskan niat

Sesungguhnya menuntut ilmu agama termasuk ibadah karena hal ini merupakan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesuatu yang terdapat perintah di dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukannya merupakan ibadah. Adapun ibadah harus dikerjakan dengan ikhlas. Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya tentang bagaimanakah niat yang benar dalam menuntut ilmu. Beliau rahimahullah menjawab, “Ia berniat untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya.”

Ikhlas dalam menuntut ilmu adalah menjadikan tujuan dari menuntut ilmu tersebut untuk mencari wajah Allah Ta’ala, bukan untuk mencari berbagai macam tujuan dunia. Di samping itu, dia niatkan dalam menuntut ilmu untuk menghilangkan kebodohan pada dirinya.

2. Bertahap

Yaitu belajar sedikit demi sedikit dimulai dari perkara yang ringan. Begitulah seharusnya seorang penuntut ilmu, hendaknya ia belajar dari yang ringan terlebih dahulu baru kemudian meningkat secara bertahap. Karena seseorang yang baru saja belajar bisa jadi dia akan mendapati rasa bosan atau mudah putus asa ketika langsung berhadapan dengan hal-hal yang rumit. Para ulama terdahulu tidaklah memulai belajar hadits langsung dari kitab Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari, akan tetapi mereka mengawalinya dari yang ringan seperti Hadits Arba’in An-Nawawi. Maka sudah sepantasnya kita mengambil contoh dari metode para ulama terdahulu yang mereka tempuh dalam menuntut ilmu syar’i.

3. Waktu khusus

Hendaknya seorang penuntut ilmu mempunyai waktu-waktu khusus untuk belajar, muroja’ah (mengulang pelajaran), ataupun mentelaah. Sebaiknya waktu yang digunakan untuk belajar adalah waktu-waktu semangat, bukan malah menggunakan waktu-waktu ‘mati’ yaitu ketika semangat sudah tidak ada lagi, ketika energi yang ada hanyalah sisa-sisa dari kesibukannya terhadap dunia. Belajar di waktu semangat –dengan izin Allah Ta’ala– akan membuat ilmu lebih meresap di dalam hati dibandingkan dengan belajar di waktu-waktu mati.

Itulah hal-hal yang dapat membuat seseorang bisa istiqomah (konsisten) dalam menuntut ilmu. Dari ketiga hal di atas yang paling penting adalah keikhlasan niat, karena keikhlasan merupakan hal pokok. Keikhlasan mampu meneguhkan seseorang ketika rintangan yang dihadapinya sangatlah besar. Berbeda dengan orang yang tidak ikhlas, bisa jadi ujian kecil menjadi terasa sangat besar baginya hingga menjadikan hilangnya keteguhan dalam menuntut ilmu.

Buah Ilmu adalah Amal

Wahai Saudariku, semoga Allah Ta’ala merahmatimu, aku ingin mengingatkan diriku sendiri dan begitu juga denganmu, bahwasanya ilmu bukanlah tujuan utama. Namun, ilmu hanyalah perantara yang akan mengantarkan kita agar bisa melakukan amal ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, agar kita dapat berjalan di atas jalan yang telah ditempuh oleh para sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan.

Ilmu yang terpuji adalah ilmu yang membuahkan amal bagi pemiliknya. Dan ilmu yang membuahkan amal, itulah ilmu yang bermanfaat. Dengan ilmu yang bermanfaat, semoga kita tidak menjadi orang yang sesat karena melakukan amal ibadah tanpa landasan ilmu yang benar. Dengan ilmu yang bermanfaat pula, semoga kita tidak menjadi orang yang dimurkai Allah Ta’ala karena tidak mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari.

Yang terakhir wahai Saudariku, semoga Allah Ta’ala senantiasa menjagaku dan menjagamu agar senantiasa melangkah di atas jalan yang diridhai-Nya. Semoga Allah Ta’ala meneguhkan langkah kita dalam mencari ilmu syar’i yang benar berdasarkan pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima.

***

Penulis: Ummu Zaid

Artikel Buletin Zuhairah

Referensi:

– Syarah Adab dan Manfaat Menuntut Ilmu [terj. Syarh Hilyah Thalibil ‘Ilmi], Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, Pustaka Imam Syafi’i.
– Manhajiyyah fii Tholabil ‘Ilmi, Syaikh Shalih Alu Syaikh, Maktabah Syaikh Shalih Alu Syaikh (www.islamspirit.com).
– Nashiihatii lin Nisaa’, Ummu Abdillah bintu Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, Darul Atsar, Shan’aa.
– Kitaabul ‘Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah.
– Tsamratul ‘Ilmi Al ‘Amal, Syaikh ‘Abdur Razaq bin ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbad, Maktabah Al-Malik Fahd.


News KAOS DISTRO
Oleh: NS Risno
ensrisno@gmail.com

DI akhirat nanti, ada orang orang yang ingin dikembalikan lagi hidup di alam dunia dengan tujuan agar mereka dapat melaksanakan ketaatan kepada Allah dan mengerjakan amal sholeh yang sebanyak banyaknya.

“Wahai Rabbi kembalikanlah aku (ke dunia),agar aku berbuat amal yang sholih terhadap yang telah aku tinggalkan,” (QS : al-Mukminun ; 99-100).



Mereka adalah orang orang yang menyesali diri, karena telah menyia-nyiakan waktu, tidak menggunakan kesempatan yang telah Allah berikan kepadanya. Selama hidup di dunia, mereka tidak mau taat kepada Allah,tidak mau mengerjakan amal sholih. Telah datang kepadanya orang orang yang membawa peringatan.

Namun dengan sombong mereka menolak peringatan itu serta mencela dan merendahkan orang-orang yang membawa peringatan.


Setelah memasuki alam akhirat dan menyaksikan azab yang begitu mengerikan, mereka menyesali diri dan ingin dikembalikan lagi tinggal di dunia agar bisa melaksanakan ketaatan dan beramal sholih.

Dan juga, sekiranya mereka memiliki apa-apa yang ada di bumi, mereka akan menebus dirinya dengan semua itu asalkan mereka bisa bebas dan terhindar dari pedihnya azab Allah.

“Dan jikalau setiap diri yang zalim itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu,dan mereka menyembunyikan penyesalanya ketika mereka telah menyaksikan azab itu,” (QS :Yunus : 54).


Namun, sungguh penyesalan mereka itu hanya sia-sia belaka. Penyesalan mereka telah terlambat. Mereka tidak mungkin dikembalikan lagi tinggal di dunia. Dan pada hari itu juga tidak berlaku lagi tebusan.



Diceritakan, suatu hari Riyah al-Qaisy mendatangi Abu Ishaq dan berkata, “Wahai Abu ishaq, mari ikut aku menemui penghuni akhirat. Dan mari kita membuat komitmen bersama di sisi mereka.”

Lalu keduanya pergi ke tempat pemakaman untuk dzikrul maut atau mengingat kematian. Keduanya duduk disisi sebuah kuburan, Riyah al -Qaisy lalu bertanya, “Wahai Abu Ishaq, kira-kira apakah yang diangankan oleh si mayit ini sekiranya ia diminta untuk berangan angan?”

Abu Ishaq menjawab, “Demi Allah, pastilah ia ingin dikembalikan lagi tinggal ke alam dunia, agar dapat menaati Allah dan memperbaiki amalnya.”

Riyah al-Qaisy lalu berkata, “Nah Abu Ishaq,mumpung sekarang ini kita masih diberi kesempatan Allah tinggal di dunia, mari kita mentaati Allah dan memperbaiki amal kita.”

Wallahu a’lam. []

Magetan, Syawal 1438 H
6 Golongan Manusia Masuk Neraka Tanpa Hisab :  SURGA dan neraka diciptakan oleh Allah SWT sebagai motivasi sekaligus peringatan bagi manusia untuk beramal sebaik-baiknya di dunia ini.

Di hari kiamat kelak, semua manusia akan melalui hisab, yaitu perhitungan amal atas dosa dan pahala yang telah dikerjakannya ketika di dunia. Tetapi amat malang, terdapat 6 golongan manusia yang akan dimasukkan ke dalam neraka tanpa hisab di sebabkan dosa besar dan kemungkaran yang mereka lakukan ketika di dunia.

Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah S.A.W bersabda artinya :



“Enam golongan manusia yang akan dimasukkan ke neraka pada hari kiamat sebelum hisab (perhitungan amal) yaitu:

1. Penguasa yang zalim.
Pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat dan diberikan amanah untuk memimpin negara sekiranya ia melakukan kezaliman kepada rakyat dan tidak berlaku adil tidak akan dapat mencium keharuman surga dan dimasukkan kedalam neraka sebelum hisab (perhitungan amal).


Ma’qil Ibnu Yasar r.a berkata

“ Saya mendengar Nabi S.A.W bersabda maksudnya :

“Tidak ada seorang hamba yang Allah serahkan kepadanya untuk memimpin segolongan rakyat lalu ia tidak memelihara rakyatnya itu dengan menuntut dan memimpin mereka kepada kemaslahatan dunia dan akhirat melainkan tiadalah ia mencium bau syurga.”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
3. Orang yang fanatik (menyombongkan kebangsaannya)
Islam melarang umatnya mengutamakan kemegahan atau ta’ashsub kepada sesuatu kaum/bangsa dan sifat seperti ini disebut memperjuangkan ashabiyah.

“Seorang lelaki (ayah perempuan yang meriwayatkan hadis) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, adakah dianggap ashabiyah puak orang yang sayang kepada kaum bangsanya?’ Jawab baginda S.A.W : ‘Tidak, tetapi ashabiyah ialah apabila seorang itu menolong bangsanya kepada kezaliman”. (Hadis Riwayat Abu Daud, Ibn Majah dan sebagainya)



3. Pemimpin yang Sombong

Sifat sombong adalah salah satu sifat yang sangat dimurkai oleh Allah SWT. Karena sebenarnya tidak ada yang bisa disombong oleh manusia. Meskipun memilih kekuasaan dan kekayaan yang berlimpah, itu semua adalah milik Allah SWT. Bila Allah berkehendak, maka semua yang dimiliki tersebut dalam waktu singkat.

Read More
TSAQOFAH
Air Mata Ini Dapat Padamkan Api Neraka
TIA 3 days ago  0
NASIHAT
Kisah Perempuan Yang Bebas Dari Neraka
ARI CAHYA PUJIANTO 5 days ago  0
Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi s.a.w., bahwasanya baginda bersabda yang bermaksud, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan.”
Salah seorang berkata, “Sesungguhnya ada orang yang menyukai baju dan sandal yang bagus.”
Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
(Hadis Riwayat Muslim)

4. Pedagang atau Ahli Perniagaan yang Curang

Salah satu cara mencari rezeki yang dianjurkan oleh Allah SWT adalah dengan cara perniagaan. Ini merupakan kegiatan ekonomi jual beli yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Ini karena aktivitas perniagaan menjanjikan hasil laba yang berlipat ganda jika berusaha denga bersungguh-sungguh

Namun, jika perniagaan ini dilakukan dengan penipuan yakni menaikkan harga barang, mengubah ukuran timbangan atapun menimbun barang adalah sesuatu yang dilarang. Tujuan perniagaan jika berujuk pada ajaran agama Islam adalah untuk memperbesar, memperpanjang dan memperluas aktivitas syariat Islam dengan tujuan beribadah serta mengharap ridho dari Allah SWT.

5. Orang Bodoh yang Mempertahankan Kejahilannya

Islam adalah agama yang sangat memuliakan ilmu pengetahuan. Terlebih lagi jika ilmu yang dipelajari tersebut diamalkan dan disebarkan untuk dimanfaatkan oleh orang lain.

Nabi S.A.W. bersabda yang maksudnya, ”Barangsiapa menuntut ilmu berarti menuntut jalan ke syurga”. (Hadis Riwayat Muslim)

6. Ahli Ilmu karena Hasad Dengkinya

Hasad atau dengki diartikan sebagai sifat seseorang yang tidak suka jika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan dari Allah SWT. Bahkan, orang ini ingin kenikmatan tersebut hilang dari orang lain. Sifat ini adalah sifat yang miliki oleh Iblis karena ia merasa cukup iri hati kepada Nabi Adam as serta anak cucunya.

Dari Abu Yazid Usamah bin Zaid bin Haritsah r.a yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud : ‘Seseorang didatangkan pada hari Qiyamat, lalu dilempar ke Neraka. Maka keluarlah isi perutnya. Dengan isi perut yang keluar itu ia berputar-putar seperti himar yang mengitari porosnya. Para penghuni neraka berkumpul di dekatnya, seraya mengatakan, ‘Wahai si Fulan! Apa yang terjadi padamu? Bukankah (dulu) kamu memerentah kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar?’ Ia menjawab, ‘Ya, memang dulu aku memerintahkannya kepada yang makruf, namun aku tidak melaksanakannya dan mencegah dari yang mungkar, namun aku melanggarnya’.”
(Hadis Riwayat Muttafaq Alaih). []

Sumber: .infophoria.com
no image
Hatim Al Asham: "Aku yakin bahwa rezekiku tidak akan dimakan oleh orang lain, sehingga karenanya aku aku menjadi tenang. Aku yakin bahwa pekerjaanku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, sehingga aku bisa tetap bekerja melaksanakannya"

Suatu ketika masuklah seorang sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wassalam ke masjid Nabawi padahal saat itu bukan waktunya untuk melaksanakan shalat fardhu. Di dalam masjid, sahabat tersebut menemukan seorang bocah kecil sedang melaksanakan shalat dengan khusyuk. Hingga ia pun lantas menunggui bocah tersebut sampai selesai melaksanaka shalatnya.
Setelah selesai shalat, sahabat tersebut mendekati bocah itu dan menyalaminya sembari berkata, “Wahai anakku, siapakah orang tuamu?” anak tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengeluarkan air mata pertanda menangis dan sedang sedih. Ia kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, “Wahai pamanku, aku adalah anak yatim piatu yang sudah tidak lagi mempunyai ayah dan ibu.”
Sahabat itu lantas memotong pembicaraan bocah tersebut dengan berkata, “Wahai anakku, apakah kamu mau ikut aku untuk kujadikan sebagai anak?”
“Apakah jika aku lapar, kamu akan memberikanku makan?” tanyanya.
“Ya.” Jawab sang sahabat Rasulullah
“Apakah jika aku telanjang, kamu akan memberikanku pakaian?” tanyanya lagi.
“Ya.” Jawabnya.
“Apakah jika aku sakit, kamu akan menyembuhkanku?” tanyanya lagi.
“Sahabat tersebut menjawab , “Jika yang ini, aku tidak bisa wahai anakku.”
“Apakah jika aku mati, kamu akan menghidupkanku?”
“Yang ini aku juga tidak bisa.”
“Jika demikian, tinggalkanlah aku kepada Dzat yang selama ini telah menjagaku, “(Yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada Hari Kiamat. “ (Asy-Syu’ara : 78-82)
Mendengar jawaban bocah kecil itu, sang sahabat diam seribu bahasa sambil bergumam, “Aku beriman kepada Allah. Dan barangsiapa bertawakal kepada_Nya, maka Dia akan mencukupinya.”
Di zaman sekarang ini, telah hilanglah manka bertawakkal kepada Allah. Hampir semua orang sudah sangat bergantung pada orang lain, uang dan harta; sehingga manusia menjadi celaka sebab harta dunia yang memabukkan itu.
Suatu ketika, Hatim Al-Asham ditanya tentang tawakkal, maka ia menjawab, “Aku yakin bahwa rezekiku tidak akan dimakan oleh orang lain, sehingga karenanya aku aku menjadi tenang. Aku yakin bahwa pekerjaanku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, sehingga aku bisa tetap bekerja melaksanakannya. Aku yakin bahwa kematian akan mendatangiku dengan secara tiba-tiba, sehingga aku harus mempersiapkannya. Dan aku yakin bahwa aku tidak dapat lepas dari pengawasan Allah, sehingga aku harus selalu malu terhadap-Nya.
Sebagian orang mengatakan, “Di setiap pagi hari, tiada setan membisikiku kecuali berbisik,” Apa yang akan kamu makan, pakaian apa yang akan kamu pakai, dan di mana kamu akan tinggal?” Aku menjawabnya, “Aku akan memakan kematian, aku akan memakai kain kafan, dan aku akan tinggal di kuburan.”
Segolongan ulama mengatakan, “Jika kamu melakukan sesuatu, maka ingatlah bahwa Allah selalu memperhatikanmu, jika kamu berbicara, maka ingatlah bahwa Allah selalu mendengar pembicaraanmu, dan jika kamu diam, maka ingatlah bahwa ilmu Allah selalu meliputimu”.
***