Fatwa Dewan Fatwa Islamweb no. 295282
Soal:
Wanita Muslimah : Apakah boleh (bagi Muslimah) menggunakan jilbab yang berwarna-warni? Yang saya maksudkan bukan hanya jahitannya, namun jika memang jilbab tersebut memiliki banyak warna apakah termasuk dalam perhiasan yang dilarang? Dan jika ya, apakah perhiasan yang dilarang pada jilbab tersebut hanya warnanya saja? Semoga Allah memberi anda balasan kebaikan.


Jawab:
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد
Telah kami jelaskan pada fatwa no. 22814 dan fatwa no. 28482 dan yang semisalnya bahwa tidak disyaratkan bagi wanita untuk menggunakan pakaian dengan warna tertentu, sebagaimana juga tidak disyaratkan pakaian yang pakai hanya memiliki satu warna. Namun termasuk syarat pakaian muslimah yang syar’i adalah tidak mu’tsir (tampak menarik di pandangan laki-laki) dan tidak menjadi sebab timbulnya fitnah (godaan; kerusakan).
Maka perhiasan yang disyaratkan untuk dihindari dari busana Muslimah adalah setiap yang mu’tsir, dan memancing pandangan kaum lelaki, serta menjadi sebab timbulnya fitnah.
Adapun sekedar memiliki banyak warna, secara umum bukanlah termasuk perhiasan. Namun terkadang memang menjadi perhiasan jika ia mu’tsir dan menjadi sebab timbulnya fitnah. Dan bukan perhiasan jika tidak demikian. Maka patokannya adalah apakah pakaian tersebut mu’tsir dan apakah ia menimbulkan fitnah.

“ Baca Selengkapnya tentang KAOS DAKWAH islami yang sedang trend “
Untuk penjelasan lebih lanjut tentang batasan perhiasan yang terlarang dalam berpakaian bagi wanita, silakan merujuk pada fatwa no. 163581.
Wallahu a’lam.
***
___
Fatwa Dewan Fatwa Islamweb no. 163581
Soal:
Kita ketahui bersama bahwa syarat jilbab syar’i adalah bukan untuk berhias. Saya ingin bertanya mengenai makna berhias tersebut. Apakah jilbab yang memiliki sedikit hiasan masuk dalam kategori tersebut? Dan apa patokannya sehingga saya bisa memahami suatu jilbab itu untuk berhias atau bukan? Bolehkan jika saya menganggap bahwa ada rincian dalam hal ini, karena terkadang ada jilbab yang sebagiannya berwarna gelap dan sebagiannya berwarna-warni? Jazaakumullah khayran.
Jawab:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد
Yang dimaksudkan bahwa busana itu tidak menjadi perhiasan adalah ia tidak menarik pandangan lelaki. Karena jika busaan Muslimah itu untuk berhias sehingga lelaki tertarik melihatnya maka ini bertentangan dengan tujuan syariat yaitu menyembunyikan perhiasan wanita. Dalam kitab ‘Audaul Hijab disebutkan:
الشرط الثاني: أن لا يكون زينة في نفسه، ومن أدلة ذلك قوله تعالى: وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ { النور: 31} لأنه بعمومه يشمل الثياب الظاهرة إذا كانت مزينة تلفت أنظار الرجال إليها
“syarat yang kedua: busana Muslimah tidak untuk berhias. Diantara dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: “dan janganlah menampakkan perhiasan mereka” (QS. An Nur: 31). Karena ayat ini umum mencakup pakaian yang nampak, jika ia berfungsi sebagai hiasan, sehingga menarik pandangan para lelaki kepada sang wanita”.
Adapun semata-mata adanya perbedaan warna pada bagian-bagian jilbab, maka ini tidak terlarang, selama hal itu tidak menarik pandangan lelaki. Lihat fatwa no. 47378.
Dan ketahuilah bahwa wanita Muslimah diperintahkan untuk menjauhi segala hal yang dapat menimbulkan fitnah dan menarik pandangan lelaki ajnabi (yang bukan mahram) kepadanya. Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang wanita memakai wewangian jika mereka pergi ke masjid. Padahal masjid adalah tempat dimana Allah perintahkan hambanya untuk berhias jika ingin ke sana. Namun Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
وليخرجن وهن تَفِلات
“hendaknya mereka keluar dalam keadaan tafillat (tanpa berhias dan tanpa ber-tabarruj)”.
Ibnu Hajar mengatakan:
ويلحق بالطيب ما في معناه، لأن سبب المنع منه ما فيه من تحريك داعية الشهوة كحسن الملبس والحلي الذي يظهر والزينة الفاخرة
“termasuk di dalamnya semua hal yang semakna dengan wewangian. Karena sebab dilarangnya wewangian adalah karena padanya terdapat faktor pemicu syahwat. Sehingga juga termasuk dalam hal ini: pakaian yang indah, huliy (gelang dan kalung), yang ada padanya fungsi perhiasan yang indah”.
“ Baca Selengkapnya BAJU SYAR’I muslimah islami sedang trend ini “
Ibnul Haaj mengatakan:
لِأَنَّ السُّنَّةَ قَدْ وَرَدَتْ أَنَّ الْمَرْأَةَ تَخْرُجُ فِي حَفْشِ ثِيَابِهَا وَهُوَ أَدْنَاهُ وَأَغْلَظُهُ
“diriwayatkan dalam As Sunnah bahwa wanita hendaknya keluar dengan pakaian yang tidak berhias, dan itu adalah yang paling minimal dan paling maksimal”.
Dan kita ketahui bersama bahwa memang fitrah wanita itu suka untuk menampakkan keindahan-keindahan yang ada pada dirinya dan suka jika orang-orang memandangnya. Namun wajib bagi para wanita mukminah untuk mengedepankan perintah Rabb-nya daripada dorongan jiwanya. Dan hendaknya ia mengetahui bahwa dunia itu adalah tempatnya manusia diuji dan dan dicoba. Dan melawan hawa nafsu demi mengharap ridha Rabb-nya adalah jalan kebahagiaannya untuk dunia dan akhiratnya.
Wallahu a’lam.
___
Fatwa Syaikh Ashim Al Qaryuthi
Soal:
Bolehkah wanita Muslimah keluar menggunakan pakaian warna pink?
Jawab:
إذا لم يكن لباس شهرة ويجلب النظر الخاص لها فلا مانع من ذلك ولا اشتراط للون خاص في الحجاب رعاك الله
Jika bukan merupakan libas syuhrah (pakaian yang membuat pemakainya menjadi perhatian orang-orang) dan tidak memancing pandangan lelaki yang khusus tertuju padanya, maka tidak mengapa. Dan tidak disyaratkan suatu warna tertentu untuk hijab Muslimah. Semoga Allah menjaga anda.
***
Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel Muslimah.or.id

Jihan Nur Shadrina

Jihan Nur Shadrina

Blog ini di buat, copas dari beberapa sumber website muslim. Sekaligus saya belajar dan membaca dari hasil copas artikel, agar saya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diri saya, keluarga dan lingkungan di sekitar, Semoga saya di jadikan WANITA MUSLIMAH yang bermanfaat. Aamiin.

Post A Comment:

0 comments: