Wanita Muslimah : Bagaimana hukum meminang wanita yang telah dipinang lelaki muslim yang lain? Jawaban: Alhamdulillah. Wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah. Wa ba’du. Hal tersebut diharamkan. Sebagaimana hadits riwayat Ibnu …





Bagaimana hukum meminang wanita yang telah dipinang lelaki muslim yang lain?
Jawaban:
Alhamdulillah. Wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah. Wa ba’du.
Hal tersebut diharamkan. Sebagaimana hadits riwayat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا يَخْطُبْ الرَّجُل عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الخَاطِبُ قَبْلَهُ، أَو يَأْذَنَ لَهُ الخَاطِبُ
Seorang lelaki (muslim) tidak boleh meminang (wanita) yang telah dipinang lelaki (muslim) lain, sampai lelaki pertama membatalkan pinangannya atau dia mengizinkan lelaki kedua (untuk meminang si wanita).”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قال : لا يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَنْكِحَ أَو يَتْرُكَ
Janganlah seseorang menimpali pinangan saudaranya sesama muslim, hingga (terjadi salah satu di antara dua keadaan:) si lelaki pertama menikah dengan si wanita atau dia membatalkan pinangannya.”

“ Baca Selengkapnya tentang KAOS DAKWAH islami yang sedang trend “
Hikmah syariat ini adalah menihilkan permusuhan dan kemarahan yang bisa menyebabkan satu pihak menganggap dirinya suci dan mencela pihak lain. Padahal menganggap suci diri sendiri adalah tindakan tercela. Ibnu ‘Abidin – yang merupakan salah seorang ulama fikih Mazhab Hanafi – mengatakan bahwa sebuah pinangan yang menimpali pinangan lain merupakan bentuk ketidakramahan dan pengkhianatan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan, “Sesungguhnya imam empat mazhab sepakat – dalam pernyataan beliau berempat maupun dari para imam lain – tentang haramnya seorang lelaki menimpali pinangan lelaki muslim yang lain.”
Jika yang demikian ini terjadi (yaitu ada lelaki kedua yang menimpali pinangan lelaki pertama, lalu berlanjut ke akad nikah, pen.) maka pendapat yang kuat – wallahu a’lam – akad nikah (si lelaki kedua) sah dan tidak terhapus. An-Nawawi menyandarkan pendapat ini terhadap jumhur (ahli fikih, pen.). Di sisi lain, orang yang menimpali pinangan muslim yang lain telah berbuat berdosa dan maksiat. Hakim (pengadilan, pen.) wajib memberi hukuman ta’zir kepadanya agar bisa memberi pelajaran untuknya dan untuk orang lain.
Kendati demikian, akad nikah si lelaki kedua itu sah. Alasannya, dalam hadits disebutkan larangan menimpali pinangan, bukan larangan menimpali akad nikah. Sedangkan akad sudah terpenuhi syarat-syarat dan rukun-rukunnya. Adapun penyimpangannya terjadi pada wasilah menuju akad (yaitu khitbah, pen.).
Khitbah ini tidak wajib hukumnya. Terkadang akad terjadi tanpa ada khitbah. Menimpali khitbah orang lain itu memungkinkan, sedangkan menimpali akad nikah itu tidak mungkin. Larangan menimpali khitbah orang lain itu tetap berlaku, meskipun tidak terjadi akad nikah.
Larangan tetap berlaku sampai si wanita atau walinya memberi tanggapan atas pinangan lelaki pertama. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
حَتَّى يَنْكِحَ أَو يَتْرُكَ
Sampai dia (si wanita) menikah dengannya atau menolaknya.”
Inilah pendapat jumhur ulama. Adapun bila si wanita tak menanggapi pinangan lelaki pertama maka tidaklah terlarang jika ada lelaki muslim lain yang meminangnya.
Hadits lain telah menyebutkan bahwa seorang lelaki tidak boleh menimpali pinangan lelaki muslim yang lain, kecuali jika: lelaki pertama membatalkan pinangannya, dia mengizinkan lelaki kedua untuk mengajukan pinangan, atau pinangan lelaki pertama telah ditolak.
Andaikata lelaki kedua terlanjur meminang si wanita padahal dia tidak tahu bahwa pinangan lelaki pertama telah ditanggapi oleh si wanita, dia mendapat uzur karena dia memang tidak tahu. Wallahu Ta’ala a’lam.
“ Baca Selengkapnya BAJU SYAR’I muslimah islami sedang trend ini “

Axact

KAOS DAKWAH

KAOS DAKWAH adalah blog membahas tentang cara pembuatan Kaos Dakwah sampai bagaimana cara menjual Kaos Dakwah Online maupun offline, Silakan cari artikel di blog ini..Terima Kasih telah berkunjung di blog sederhana ini.

Post A Comment:

0 comments: