Wanita Muslimah : Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albani. Silsilah Al-Huda wa An-Nur, kaset no 58. Penanya, “Permasalahan wanita hamil dan menyusui. Sebagian orang berpendapat wajib bagi keduanya mengqadha (puasa) bukan dengan membayar …

Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albani. Silsilah Al-Huda wa An-Nur, kaset no 58.


Penanya, “Permasalahan wanita hamil dan menyusui. Sebagian orang berpendapat wajib bagi keduanya mengqadha (puasa) bukan dengan membayar fidyah. Berdasarkan hadits Anas Al-Ka’biy (yang artinya), ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala mengangkat kewajiban separuh shalat bagi musafir (boleh qashar, pen.) dan mengangkat kewajiban puasa bagi wanita hamil dan menyusui.’
Mereka juga berkata bahwa ayat (yang artinya), ‘Dan bagi orang yang kesulitan (menjalankan ibadah puasa) wajib memberikan makan kepada orang miskin’ telah mansukh (dihapus).”
Asy-Syaikh, “Ayat ini telah mansukh? Lalu ayat mana yang menghapusnya?”
Penanya, “Firman Allah (yang artinya), ‘Barang siapa di antara kalian yang menyaksikan (hilal) bulan maka berpuasalah.’”
Asy-Syaikh, “Apakah dulu para sahabat yang diberi pilihan (boleh berpuasa dan
boleh membayar fidyah), mereka tidak melihat hilal!”
Penanya, “Bahkan mereka melihat hilal.”
Asy-Syaikh, “Lalu di mana letak naskh-nya?”
Penanya, “Mereka pada kenyataannya ada yang berpuasa ada yang membayar fidyah.”
Asy-Syaikh, “Inilah poin permasalahannya. Dengan demikian, tidak ada naskh dalam ayat tersebut. Begitu juga, tidak ada pertentangan antara ayat ini dengan itu. Terlebih jika kita mengingat tafsir dari penerjemah Al-Qur’an, (yaitu) Ibnu Abbas. Beliau berhujjah dengan ayat ini bahwa wanita hamil, menyusui, dan orang tua jompo termasuk dalam ayat tersebut (wa’alalladziina yuthiiqunahu fidyatun tho’aamu miskiin). Dengan demikian, ayat ini tidak mansukh (terhapus) .

“ Baca Selengkapnya BAJU SYAR’I muslimah islami sedang trend ini “
Kita ringkas masalah ini dengan kesimpulan berikut:
  1. Bahwa klaim untuk ayat (wa’alalladzina yuthiiqanuhu fidyatun tho’amu miskin) telah mansukh, adalah klaim yang sama sekali tidak ada dalilnya.
  2. Keumuman ayat tersebut mencakup mereka (wanita hamil, menyusui, dan orang tua jompo).
  3. Yang terakhir, pendapat ini adalah pendapat penerjemah Al-Qur’an, Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma.”
Penanya, “Mereka (yang mewajibkan qadha) berhujjah dengan hadits, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala mengangkat kewajiban separuh shalat bagi musafir (boleh qashar, pen.) dan mengangkat kewajiban puasa bagi wanita hamil dan menyusui.’ Mereka mengatakan, jika musafir wajib mengqadha puasanya maka demikian juga wanita hamil dan menyusui, mereka wajib mengqadha. Karena mereka semua disebutkan dalam satu hadits.”
Asy-Syaikh, “Tidak demikian. Ini seperti yang mereka sampaikan bahwa dalalah iqtiran (menyimpulkan hukum karena disebutkan dalam satu dalil) termasuk pendalilan yang lemah.”
Penerjemah: Tim Penerjemah Muslimah.Or.Id
Muroja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits
**
سلسة الهدى والنور شريط رقم: (58)
السائل: بالنسبة للحامل والمرضع يقول البعض عليهما القضاء وليس الفدية لحديث
أنس الكعبي:{إن الله وضع عن المسافر شطر الصلاة ووضع عن الحامل والمرضع الصوم}
ويقولون أن آية: {وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِين}
منسوخة.
الشيخ: الآية منسوخة! ما الذي نسخها؟
السائل: قوله تبارك وتعالى:{فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ}.
الشيخ: وهل الذين كانوا خُيِّروا من قبل كانوا لم يروا الشهر؟!
السائل: بل كانوا يرونه.
الشيخ: فإذاً أين النسخ؟
السائل: كان بعضهم يصوم وبعضهم يفدي.
الشيخ: هذا هو؛ فإذاً ليس هناك نسخ، وليس هناك تعارض بين هذا وذاك، وخاصةً إذا
تذكرنا تفسير ترجمان القرآن ابن عباس حيث يحتج بالآية على أنه يدخل فيها الحامل
والمرضع والشيخ الكبير، وأن ذلك ليس بمنسوخ.
نخلص بالنتيجة الآتية:
وهي أن دعوى النسخ لا دليل عليها.
ثانياً: عموم الآية يشمل هؤلاء.
ثالثاً وأخيراُ: هو الذي ذهب إليه ترجمان القرآن.
السائل: هم حجتهم في حديث أن الله وضع عن المسافر شطر الصلاة ووضع عن الحامل
والمرضع الصوم، يقولون: المسافر يقضي فالحامل والمرضع يجب أن تقضي لأنها جاءت
في حديث واحد.
الشيخ: لا هذه كما يقولون دلالة القِران ضعيفة
“ Baca Selengkapnya tentang KAOS DAKWAH islami yang sedang trend “
Jihan Nur Shadrina

Jihan Nur Shadrina

Blog ini di buat, copas dari beberapa sumber website muslim. Sekaligus saya belajar dan membaca dari hasil copas artikel, agar saya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diri saya, keluarga dan lingkungan di sekitar, Semoga saya di jadikan WANITA MUSLIMAH yang bermanfaat. Aamiin.

Post A Comment:

0 comments: