Jika seseorang melakukan amal kebaikan dan menjauhi keburukan untuk tujuan duniawi, misalnya karena ia takut akan hukuman Allah terhadap kesehatannya, atau berkurangnya harta, atau musibah pada anak-anaknya, atau takut terjadi gangguan dari orang yang tidak kenal Allah terhadapnya, apakah amalnya tersebut berpahala untuknya di akhirat kelak?

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Soal:
Jika seseorang melakukan amal kebaikan dan menjauhi keburukan untuk tujuan duniawi, misalnya karena ia takut akan hukuman Allah terhadap kesehatannya, atau berkurangnya harta, atau musibah pada anak-anaknya, atau takut terjadi gangguan dari orang yang tidak kenal Allah terhadapnya, apakah amalnya tersebut berpahala untuknya di akhirat kelak?
Jawab:
Tidak berpahala. Amal itu harus ikhlas ditujukan kepada Allah, mengharap wajah-Nya dan mengharap daarul akhirah serta mengharap pahala dari-Nya, yang telah Allah janjikan bagi hamba-Nya di dunia dan akhirat. Adapun jika amalnya hanya untuk tujuan dunia semata, maka ia tidak mendapat apa-apa dari Allah, nas’alullah al afiyah was salamah. Jika seseorang beribadah, shalat atau puasa misalnya dengan tujuan duniawi semata, maka hanya bagian itulah yang disegerakan di dunia. Sedangkan pahala di akhirat tidak ia dapatkan sama sekali. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat” (QS. Asy Syuura: 20)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman:
مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا
Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir” (QS. Al Isra: 18)
nas’alullah al afiyah. Hal yang hendaknya dijadikan tujuan ketika melakukan amalan shalih yaitu mengharapkan ridha Allah dan kebahagiaan di akhirat serta mengharap ganjaran dari Allah Ta’ala. Dan apa yang disebutkan tersebut merupakan bentuk ganjaran dari Allah, namun bukan berarti menujukan ibadahnya demi kebahagiaan dunia semata. Hendaknya ia mengharapkan apa-apa yang ada di sisi Allah berupa ganjaran-ganjaran yaitu memohon agar hartanya diberkahi, dilindungi dari gangguan-gangguan, dll. Semua ini merupakan ganjaran dari Allah. Tapi jangan mengharap hal-hal ini saja, melainkan hendaknya mengharapkan apa yang Allah janjikan bagi orang-orang yang berbuat baik dan mematuhi ketentuan Allah berupa ganjaran di dunia dan di akhirat.


Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: